Skripsi dan Penelitian

Research Gap dalam Skripsi dan Tesis: Pengertian, Contoh, dan Cara Menemukannya

16 October 2026 Ditulis oleh Admin Artikel & Tutorial

Saat mulai menyusun skripsi atau tesis, mahasiswa sering menghadapi pertanyaan yang cukup membingungkan: apa yang membedakan penelitian kita dengan penelitian yang sudah ada?

Pertanyaan ini penting karena sebuah penelitian tidak cukup hanya mengambil topik yang menarik. Peneliti juga perlu menjelaskan masalah apa yang ingin dikaji, apa yang belum terjawab dari penelitian sebelumnya, dan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan.

Di sinilah istilah research gap menjadi penting. Research gap membantu mahasiswa menemukan celah penelitian yang dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan penelitian baru.

Lalu, apa sebenarnya research gap, bagaimana contohnya, dan bagaimana cara menemukannya? Berikut penjelasan yang dapat digunakan sebagai panduan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi maupun tesis.

Apa Itu Research Gap?

Research gap adalah celah atau bagian dari suatu topik penelitian yang belum cukup dijelaskan, belum diteliti secara memadai, atau masih menyisakan pertanyaan yang perlu dijawab melalui penelitian lebih lanjut.

Sederhananya, research gap menunjukkan apa yang masih belum diketahui atau belum terjawab dari penelitian-penelitian sebelumnya.

Misalnya, beberapa penelitian telah membahas penggunaan sistem informasi untuk membantu pengelolaan persediaan barang. Namun, masih ada pertanyaan mengenai apakah sistem tersebut efektif digunakan pada usaha kecil dengan keterbatasan sumber daya.

Pertanyaan tersebut dapat menjadi titik awal untuk mencari research gap, asalkan didukung oleh kajian literatur yang relevan.

Research gap bukan berarti suatu topik sama sekali belum pernah diteliti. Justru, banyak penelitian yang baik berangkat dari penelitian terdahulu, kemudian mengembangkan pertanyaan, konteks, metode, atau pendekatan yang belum cukup dikaji.

Mengapa Research Gap Penting dalam Skripsi dan Tesis?

Research gap membantu mahasiswa menyusun penelitian yang memiliki arah dan alasan yang jelas. Tanpa memahami penelitian terdahulu, mahasiswa berisiko memilih topik yang terlalu umum atau mengulang penelitian sebelumnya tanpa mengetahui apa yang ingin dikembangkan.

Ada beberapa alasan mengapa research gap penting.

1. Membantu menentukan fokus penelitian

Dengan mengetahui bagian yang belum terjawab, mahasiswa dapat mempersempit topik menjadi masalah yang lebih spesifik dan realistis untuk diteliti.

2. Menjelaskan alasan penelitian perlu dilakukan

Research gap membantu menjawab pertanyaan, “Mengapa penelitian ini penting?” Peneliti dapat menunjukkan masalah atau keterbatasan yang masih perlu dikaji.

3. Menjadi dasar untuk merumuskan masalah

Celah penelitian yang telah diidentifikasi dapat membantu mahasiswa menyusun pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan batasan penelitian secara lebih terarah.

4. Menunjukkan kontribusi penelitian

Mahasiswa dapat menjelaskan apa yang diharapkan dari penelitiannya, misalnya pemahaman baru tentang suatu fenomena, evaluasi metode, atau pengembangan sistem untuk kebutuhan tertentu.

Bagi mahasiswa S1, research gap membantu membangun dasar penelitian yang jelas. Sementara itu, bagi mahasiswa S2, research gap umumnya perlu dikembangkan dengan analisis yang lebih mendalam dan kontribusi ilmiah yang sesuai dengan bidang serta tuntutan program magister.

Apa Perbedaan Research Gap dan Novelty?

Research gap sering dikaitkan dengan istilah novelty. Keduanya memang berhubungan, tetapi memiliki makna yang berbeda.

Research gap berfokus pada celah atau persoalan yang belum terjawab, sedangkan novelty berfokus pada unsur kebaruan atau kontribusi yang ditawarkan oleh penelitian untuk menjawab persoalan tersebut.

Perhatikan perbedaan sederhananya berikut ini.

Aspek Research Gap Novelty
Fokus Apa yang belum terjawab? Apa kebaruan yang ditawarkan?
Tujuan Menunjukkan alasan penelitian perlu dilakukan Menjelaskan nilai baru dari penelitian
Dasar Kajian penelitian terdahulu dan bukti yang relevan Perbedaan atau kontribusi penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan
Contoh Pengaruh faktor tertentu belum banyak diuji pada konteks yang relevan Penelitian menguji pengaruh faktor tersebut pada konteks yang belum cukup dikaji


Sebagai contoh, research gap dapat berupa keterbatasan penelitian sebelumnya dalam menguji metode klasifikasi pada dataset yang memiliki karakteristik tertentu.

Novelty-nya dapat berupa evaluasi sistematis terhadap kinerja metode pada karakteristik data tersebut, jika memang menghasilkan kontribusi yang dapat dibuktikan.

Perlu diingat, menggunakan algoritma yang berbeda atau mengganti lokasi penelitian tidak otomatis menghasilkan novelty. Mahasiswa perlu menjelaskan mengapa perbedaan tersebut bermakna dan apa yang dapat dipelajari dari penelitian yang dilakukan.

Contoh Research Gap dalam Skripsi dan Tesis

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh hipotetis research gap dari beberapa bidang penelitian. Contoh ini merupakan ilustrasi untuk menjelaskan konsep, bukan hasil dari jurnal tertentu.

1. Contoh Research Gap Sistem Informasi

Misalnya, seorang mahasiswa ingin meneliti sistem informasi persediaan barang pada usaha kecil.

Dari kajian literatur, mahasiswa menemukan bahwa sejumlah penelitian telah mengembangkan sistem informasi persediaan untuk membantu pencatatan stok. Namun, belum cukup jelas bagaimana pendekatan tersebut mendukung proses pemantauan stok pada usaha dengan beberapa lokasi penyimpanan.

Dari kondisi tersebut, mahasiswa dapat menyelidiki apakah kebutuhan pemantauan stok pada usaha dengan beberapa lokasi penyimpanan masih belum terjawab oleh penelitian terdahulu yang relevan.

Research gap yang ditemukan dapat diarahkan pada kebutuhan pengelolaan persediaan lintas lokasi, jika hasil kajian literatur memang menunjukkan adanya celah tersebut.

Penelitian kemudian dapat berfokus pada pengembangan atau evaluasi sistem sesuai kebutuhan dan rumusan masalah.

2. Contoh Research Gap Machine Learning

Seorang mahasiswa ingin melakukan penelitian klasifikasi menggunakan algoritma machine learning.

Dari penelitian terdahulu, mahasiswa menemukan beberapa algoritma yang telah digunakan untuk menyelesaikan masalah klasifikasi. Namun, belum diketahui secara memadai bagaimana kinerja algoritma-algoritma tersebut ketika digunakan pada dataset yang memiliki distribusi kelas tidak seimbang.

Research gap tersebut dapat menjadi dasar penelitian komparatif untuk mengevaluasi kinerja beberapa algoritma pada kondisi data yang sesuai.

Penelitian tidak hanya membandingkan nilai akurasi, tetapi juga dapat menggunakan metrik seperti precision, recall, dan F1-score untuk memahami kinerja model secara lebih menyeluruh.

Akan tetapi, mahasiswa perlu memeriksa jurnal yang relevan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pertanyaan tersebut memang belum terjawab secara memadai.

3. Contoh Research Gap dalam Penelitian Pendidikan

Misalnya, seorang mahasiswa ingin meneliti penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar siswa.

Beberapa penelitian terdahulu mungkin telah membahas hubungan penggunaan media digital dengan hasil belajar. Namun, masih perlu diperiksa apakah hasil tersebut konsisten pada kelompok siswa, kondisi pembelajaran, atau karakteristik tertentu.

Jika kajian literatur menunjukkan adanya perbedaan hasil atau keterbatasan bukti pada konteks tertentu, mahasiswa dapat menyelidiki faktor yang mungkin menjelaskan perbedaan tersebut.

Contoh ini menunjukkan bahwa research gap tidak selalu berasal dari ketiadaan penelitian. Perbedaan hasil, keterbatasan metode, atau kondisi penelitian yang belum cukup dikaji juga dapat menjadi titik awal untuk menemukan celah penelitian.

Cara Menemukan Research Gap dari Jurnal Ilmiah

Menemukan research gap membutuhkan proses membaca dan membandingkan penelitian terdahulu. Mahasiswa tidak harus langsung memahami seluruh isi jurnal secara mendalam, tetapi perlu membaca secara terarah.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

1. Tentukan Topik Penelitian

Mulailah dengan menentukan topik yang ingin diteliti. Topik tersebut tidak harus langsung berupa judul skripsi atau tesis yang final.

Misalnya, mahasiswa tertarik pada klasifikasi penyakit tanaman menggunakan machine learning. Dari topik tersebut, mahasiswa dapat mulai mencari penelitian yang membahas klasifikasi penyakit tanaman, metode yang digunakan, dan hasil evaluasinya.

Topik yang cukup spesifik akan membantu pencarian literatur menjadi lebih efektif.

2. Cari Penelitian Terdahulu yang Relevan

Gunakan sumber ilmiah seperti Google Scholar, GARUDA, repositori perguruan tinggi, atau basis data jurnal yang tersedia melalui kampus.

Gunakan kata kunci yang sesuai dengan topik, termasuk istilah dalam bahasa Inggris apabila diperlukan.

Contohnya:

  • Plant disease classification machine learning
  • Inventory information system evaluation
  • Digital learning and student achievement

Utamakan jurnal yang benar-benar berkaitan dengan permasalahan penelitian. Perhatikan juga tahun publikasi, kualitas sumber, dan relevansinya dengan perkembangan bidang yang diteliti.

3. Baca Bagian Penting dari Setiap Jurnal

Ketika membaca jurnal, jangan hanya berfokus pada abstrak atau kesimpulan. Perhatikan beberapa bagian berikut:

  • Pendahuluan: memahami masalah yang diangkat dan alasan penelitian dilakukan.
  • Metode penelitian: mengetahui pendekatan, data, objek, dan cara analisis yang digunakan.
  • Hasil dan pembahasan: melihat temuan yang diperoleh serta bagaimana peneliti menjelaskannya.
  • Keterbatasan penelitian: memahami batasan yang diakui peneliti.
  • Saran penelitian selanjutnya: menemukan pertanyaan yang direkomendasikan untuk diteliti lebih lanjut.

Bagian keterbatasan dan saran penelitian selanjutnya sering memberikan petunjuk yang berguna. Namun, keduanya tidak otomatis menjadi research gap yang kuat. Mahasiswa tetap perlu menilai apakah celah tersebut relevan, penting, dan belum cukup terjawab oleh penelitian lainnya.

4. Bandingkan Beberapa Penelitian

Setelah membaca sejumlah jurnal, catat perbedaan dan persamaan penelitian tersebut. Perbandingan akan membantu mahasiswa melihat pola yang mungkin tidak terlihat ketika hanya membaca satu jurnal.

Gunakan tabel sederhana seperti berikut.

Penelitian Metode atau fokus Hasil utama Hal yang perlu dikaji lebih lanjut
Penelitian A Algoritma klasifikasi A Menghasilkan kinerja tertentu Belum mengevaluasi kondisi data tertentu
Penelitian B Algoritma klasifikasi B Menunjukkan hasil yang berbeda Menggunakan dataset dengan karakteristik berbeda
Penelitian C Perbandingan beberapa algoritma Menunjukkan perbedaan kinerja Belum menjelaskan faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut


Tabel tersebut merupakan ilustrasi. Saat menyusun penelitian sebenarnya, isi tabel harus berasal dari jurnal yang benar-benar dibaca dan diverifikasi.

Dari hasil perbandingan, mahasiswa dapat mulai menyusun pertanyaan: apakah terdapat hasil yang bertentangan, kondisi yang belum dikaji, metode yang memiliki keterbatasan, atau persoalan yang belum terjawab?

Pertanyaan inilah yang kemudian perlu diuji melalui kajian literatur lebih lanjut.

5. Rumuskan Research Gap Secara Jelas

Setelah menemukan celah yang didukung oleh literatur, tuliskan dalam beberapa kalimat yang saling berhubungan.

Rumusan yang baik umumnya menjelaskan tiga hal:

  1. Apa yang sudah diketahui dari penelitian terdahulu?
  2. Apa yang belum terjawab atau masih terbatas?
  3. Mengapa celah tersebut perlu diteliti lebih lanjut?

Sebagai contoh ilustratif:

“Penelitian terdahulu telah menerapkan beberapa algoritma machine learning untuk klasifikasi penyakit tanaman. Namun, berdasarkan literatur yang dikaji, bukti mengenai perbandingan kinerja algoritma pada dataset dengan kondisi pencahayaan yang bervariasi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja beberapa algoritma pada kondisi tersebut menggunakan metrik evaluasi yang sesuai.”

Kalimat tersebut hanya layak digunakan apabila hasil penelusuran jurnal benar-benar mendukung klaim tentang keterbatasan penelitian sebelumnya.

Hindari pernyataan seperti “belum pernah ada penelitian yang membahas topik ini” jika belum melakukan penelusuran yang cukup luas.

Apakah Research Gap untuk Skripsi dan Tesis Harus Berbeda?

Pada dasarnya, mahasiswa S1 maupun S2 sama-sama perlu menunjukkan alasan mengapa penelitian perlu dilakukan. Keduanya juga perlu menggunakan penelitian terdahulu sebagai dasar untuk merumuskan masalah.

Perbedaannya lebih banyak terletak pada kedalaman analisis dan kontribusi yang diharapkan.

Dalam skripsi, research gap dapat diarahkan pada persoalan yang ruang lingkupnya jelas dan realistis untuk diteliti, misalnya menguji metode pada konteks tertentu atau mengevaluasi sebuah sistem berdasarkan kebutuhan pengguna.

Dalam tesis, mahasiswa umumnya diharapkan mengkaji celah penelitian secara lebih kritis, membandingkan bukti dari berbagai penelitian, serta menjelaskan kontribusi yang lebih mendalam terhadap bidang ilmu yang diteliti.

Sebagai contoh, penelitian skripsi dapat berfokus pada evaluasi kinerja beberapa algoritma pada dataset tertentu. Sementara itu, tesis pada topik serupa dapat mengembangkan analisis tentang faktor yang memengaruhi perbedaan kinerja, menguji pendekatan yang lebih terarah, atau mengevaluasi temuan pada beberapa kondisi yang relevan.

Namun, bukan berarti skripsi hanya boleh menerapkan metode yang sudah ada atau tesis harus selalu menciptakan algoritma baru. Bentuk kontribusi tetap bergantung pada bidang penelitian, rumusan masalah, bukti yang tersedia, serta standar akademik program studi.

Kesimpulan

Research gap adalah celah penelitian yang menunjukkan bagian dari suatu topik yang belum cukup dijelaskan atau masih menyisakan pertanyaan yang perlu dijawab. Dalam skripsi maupun tesis, research gap membantu mahasiswa menentukan fokus penelitian, menyusun rumusan masalah, dan menjelaskan alasan penelitian perlu dilakukan.

Cara menemukannya dapat dimulai dengan menentukan topik, mencari jurnal yang relevan, membaca metode dan hasil penelitian, membandingkan beberapa penelitian, lalu merumuskan celah yang didukung oleh bukti.

Hal terpenting adalah tidak sekadar mencari sesuatu yang belum pernah diteliti, tetapi menemukan persoalan yang memang relevan dan layak untuk dikaji.

Dengan research gap yang jelas, mahasiswa dapat menyusun skripsi atau tesis yang lebih terarah, memiliki dasar ilmiah yang kuat, dan memberikan kontribusi sesuai tujuan penelitiannya.

Butuh Bantuan Skripsi atau Pembuatan Software?

Tim Anindyadev siap membantu bimbingan skripsi IT, pembuatan aplikasi kustom, dan implementasi metode algoritma.

Konsultasi Sekarang
Butuh Bantuan? Chat Kami