Saat menyusun skripsi atau tesis, mahasiswa biasanya diminta membahas penelitian terdahulu. Salah satu cara yang sering digunakan adalah menyajikannya dalam bentuk tabel.
Namun, bagaimana cara membuat tabel penelitian terdahulu yang baik? Apa saja yang perlu dimasukkan, dan bagaimana cara membedakan penelitian kita dengan penelitian sebelumnya?
Tenang, membuat tabel penelitian terdahulu tidak harus rumit. Berikut panduan sederhana yang bisa kamu ikuti.
Apa Itu Tabel Penelitian Terdahulu?
Tabel penelitian terdahulu adalah tabel yang digunakan untuk merangkum dan membandingkan beberapa penelitian yang relevan dengan topik yang sedang dikaji.
Melalui tabel ini, pembaca dapat melihat metode yang digunakan, hasil penelitian, serta persamaan dan perbedaan antarpenelitian.
Tabel tersebut juga membantu mahasiswa memahami perkembangan penelitian pada topik yang dipilih.
Jadi, tujuannya bukan sekadar mengumpulkan jurnal, tetapi menemukan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar penelitian baru.
Apa Saja Isi Tabel Penelitian Terdahulu?
Format tabel dapat berbeda sesuai pedoman kampus dan kebutuhan penelitian. Namun, beberapa kolom berikut sering digunakan:
- No.: nomor urut penelitian.
- Peneliti dan tahun: nama penulis serta tahun publikasi.
- Judul penelitian: judul artikel atau penelitian yang dikaji.
- Metode: metode, algoritma, atau pendekatan yang digunakan.
- Hasil penelitian: temuan utama dari penelitian tersebut.
- Persamaan dan perbedaan: hubungan penelitian terdahulu dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Tidak semua penelitian membutuhkan kolom yang sama. Untuk penelitian berbasis aplikasi, misalnya, kamu bisa menambahkan objek penelitian atau fitur utama. Untuk penelitian machine learning, kolom dataset dan metrik evaluasi mungkin lebih relevan.
Sesuaikan tabel dengan topik dan arahan dosen pembimbing.
Contoh Tabel Penelitian Terdahulu
Misalnya, kamu sedang menyusun skripsi tentang klasifikasi penyakit tanaman menggunakan machine learning. Tabel berikut menunjukkan contoh format yang dapat digunakan.
| Peneliti | Metode | Fokus penelitian | Hal yang dapat dibandingkan |
|---|---|---|---|
| Penelitian A | CNN | Klasifikasi penyakit tanaman | Jenis data dan kinerja model |
| Penelitian B | Random Forest | Klasifikasi berdasarkan fitur data | Fitur yang digunakan dan hasil evaluasi |
| Penelitian C | CNN dengan augmentasi data | Klasifikasi gambar tanaman | Pengaruh augmentasi terhadap kinerja |
Catatan: tabel ini merupakan ilustrasi format, bukan ringkasan jurnal nyata. Untuk skripsi atau tesis, gantilah dengan informasi dari penelitian asli yang sudah kamu baca.
Setelah membuat tabel, jangan langsung berhenti di situ. Tambahkan pembahasan yang menjelaskan persamaan, perbedaan, dan hubungan penelitian tersebut dengan penelitianmu.
Cara Membuat Tabel Penelitian Terdahulu
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan.
1. Tentukan Topik dan Kata Kunci
Mulailah dengan menentukan topik penelitian. Setelah itu, buat beberapa kata kunci untuk mencari jurnal yang relevan.
Misalnya, jika topikmu adalah klasifikasi penyakit tanaman, gunakan kata kunci seperti plant disease classification, CNN for plant disease detection, atau machine learning plant disease.
Pencarian dapat dilakukan melalui Google Scholar, GARUDA, dan sumber jurnal ilmiah lainnya.
2. Pilih Jurnal yang Relevan
Jangan memasukkan semua jurnal yang ditemukan ke dalam tabel.
Pilih penelitian yang benar-benar berkaitan dengan rumusan masalah, metode, objek, atau tujuan penelitianmu.
Periksa juga identitas publikasi dan baca isi jurnalnya. Jangan hanya mengandalkan judul atau abstrak untuk menyimpulkan hasil penelitian.
3. Catat Informasi Penting
Saat membaca jurnal, catat nama peneliti, tahun publikasi, metode, hasil, dan keterbatasan yang relevan.
Kamu bisa menggunakan Microsoft Excel atau Google Sheets agar informasi lebih mudah dikelola.
Cara ini juga membantu ketika jumlah referensi mulai bertambah.
4. Bandingkan Penelitian Satu dengan yang Lain
Setelah informasi terkumpul, cari persamaan dan perbedaannya.
Apakah penelitian sebelumnya menggunakan metode yang sama? Apakah dataset atau objeknya berbeda? Apakah hasilnya menunjukkan temuan yang berbeda?
Perbandingan inilah yang membantu kamu memahami posisi penelitianmu di antara penelitian terdahulu.
5. Tulis Research Gap dan Hubungannya dengan Penelitianmu
Dari hasil perbandingan, identifikasi hal yang masih belum terjawab atau perlu dikaji lebih lanjut.
Misalnya, beberapa penelitian telah menggunakan CNN untuk klasifikasi penyakit tanaman, tetapi bukti mengenai kinerja model pada kondisi pencahayaan yang bervariasi masih terbatas.
Jika didukung oleh kajian literatur yang memadai, kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk merumuskan research gap.
Jelaskan juga bagaimana penelitianmu akan menjawab persoalan tersebut. Jangan langsung mengklaim bahwa penelitianmu baru hanya karena menggunakan objek atau metode yang berbeda.
Apa itu Research Gap dapat dibaca disini Research Gap dalam Skripsi dan Tesis: Pengertian, Contoh, dan Cara Menemukannya
Apakah Tabel Penelitian Terdahulu Harus Diikuti Pembahasan?
Ya, sebaiknya tabel dilengkapi dengan pembahasan, bukan hanya dibiarkan berdiri sendiri.
Tabel membantu menyajikan informasi secara ringkas. Sementara itu, pembahasan menjelaskan makna dari perbandingan tersebut.
Sebagai contoh, setelah menyajikan tabel, kamu dapat menjelaskan bahwa penelitian terdahulu telah menggunakan beberapa pendekatan untuk menyelesaikan masalah yang serupa. Namun, terdapat perbedaan dalam metode, data, atau ruang lingkup pengujian.
Selanjutnya, jelaskan bagian mana yang relevan dengan penelitianmu dan alasan pendekatan yang akan digunakan.
Pastikan setiap pernyataan didukung oleh informasi dari jurnal yang telah dikaji.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Agar tabel penelitian terdahulu lebih berkualitas, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Hanya menyalin abstrak jurnal. Pilih informasi yang relevan dan tulis kembali dengan pemahaman sendiri.
- Memasukkan jurnal yang tidak berkaitan. Pastikan setiap referensi mendukung topik penelitian.
- Tidak membandingkan penelitian. Tabel seharusnya membantu menunjukkan hubungan antarpenelitian, bukan hanya menjadi daftar referensi.
- Mengabaikan sumber asli. Periksa kembali nama penulis, tahun, judul, metode, dan hasil sebelum memasukkannya.
- Menganggap perbedaan objek otomatis menjadi novelty. Jelaskan mengapa perbedaan tersebut penting dan kontribusi apa yang dihasilkan.
Ingat, kualitas tabel tidak ditentukan oleh banyaknya baris, tetapi oleh relevansi informasi dan kemampuan mahasiswa memahami penelitian terdahulu.
Tentang novelty dapat dibaca disini Apa Itu Novelty Penelitian? Pengertian, Contoh, dan Cara Menentukannya
Kesimpulan
Tabel penelitian terdahulu membantu mahasiswa merangkum dan membandingkan jurnal yang relevan dengan skripsi atau tesis.
Untuk membuatnya, tentukan topik, cari jurnal yang sesuai, catat informasi penting, lalu bandingkan metode dan hasilnya. Setelah itu, gunakan hasil perbandingan sebagai dasar untuk menjelaskan research gap dan posisi penelitianmu.
Dengan cara ini, tabel penelitian terdahulu tidak hanya menjadi pelengkap Bab 2, tetapi juga membantu membangun landasan penelitian yang lebih terarah.
Jika sedang menyusun skripsi atau tesis, mulailah dari beberapa jurnal yang paling relevan. Tambahkan referensi secara bertahap, dan pastikan setiap penelitian yang dicantumkan benar-benar kamu pahami.