Skripsi dan Penelitian

Cara Menyusun BAB 1 Skripsi yang Baik dan Benar, Lengkap dengan Contoh

21 October 2026 Ditulis oleh Admin Artikel & Tutorial

BAB 1 merupakan bagian awal skripsi yang menjelaskan alasan penelitian dilakukan, masalah yang ingin diselesaikan, serta tujuan yang ingin dicapai.

Bagi mahasiswa, menyusun BAB 1 terkadang terasa sulit. Sudah punya judul, tetapi bingung harus mulai menulis dari mana. Ada juga yang sudah menulis beberapa halaman, tetapi merasa pembahasannya berputar-putar.

Sebenarnya, menyusun BAB 1 bisa lebih mudah jika kamu memahami fungsi setiap bagiannya dan menyusunnya secara runtut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas struktur BAB 1 skripsi, cara menyusunnya, serta contoh sederhana yang bisa dijadikan panduan.

Apa Saja Isi BAB 1 Skripsi?

BAB 1 biasanya berjudul Pendahuluan. Bagian ini memperkenalkan penelitian kepada pembaca, mulai dari latar belakang hingga ruang lingkup penelitian.

Struktur yang umum digunakan meliputi:

  1. Latar Belakang
  2. Identifikasi Masalah
  3. Rumusan Masalah
  4. Batasan Masalah
  5. Tujuan Penelitian
  6. Manfaat Penelitian
  7. Sistematika Penulisan

Namun, perlu diingat bahwa struktur BAB 1 dapat berbeda-beda sesuai pedoman penulisan di setiap perguruan tinggi. Ada kampus yang menggabungkan identifikasi masalah dan rumusan masalah, atau menggunakan susunan subbab yang berbeda.

Karena itu, gunakan pedoman skripsi dari kampusmu sebagai acuan utama.

1. Menulis Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan alasan mengapa suatu penelitian perlu dilakukan. Bagian ini tidak cukup hanya berisi definisi atau penjelasan umum tentang topik. Kamu perlu menunjukkan masalah yang terjadi, dampaknya, serta alasan mengapa masalah tersebut layak diteliti.

Agar lebih mudah, kamu bisa menyusun latar belakang dengan alur berikut:

  • Kondisi umum: jelaskan topik yang menjadi fokus penelitian.
  • Masalah yang ditemukan: paparkan kondisi atau kesenjangan yang menjadi perhatian.
  • Dampak masalah: jelaskan mengapa masalah tersebut penting.
  • Penelitian terdahulu: tunjukkan pendekatan yang sudah pernah digunakan dan hal yang masih perlu dikaji.
  • Solusi atau pendekatan: jelaskan gambaran penelitian yang akan dilakukan.

Urutan ini bukan aturan mutlak. Yang terpenting, setiap paragraf saling terhubung dan mengarah pada alasan penelitian dilakukan.

Contoh latar belakang

Misalnya, kamu ingin membuat penelitian berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis Web pada Sekolah X.”

Contoh paragrafnya:

Pengelolaan inventaris barang merupakan salah satu kegiatan penting dalam mendukung operasional sekolah. Data inventaris yang tersusun dengan baik dapat membantu pihak sekolah mengetahui jumlah, kondisi, dan lokasi penyimpanan barang.

Namun, pencatatan inventaris yang masih dilakukan secara manual dapat menimbulkan kendala, seperti kesulitan mencari data, keterlambatan pembaruan informasi, dan risiko kesalahan pencatatan. Kondisi tersebut dapat menyulitkan petugas ketika melakukan pemeriksaan maupun penyusunan laporan inventaris.

Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah pengembangan sistem informasi inventaris berbasis web. Sistem ini diharapkan dapat membantu proses pencatatan, pencarian, pembaruan, dan pelaporan data barang secara lebih terstruktur.

Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sistem informasi inventaris barang berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Catatan: contoh tersebut masih berupa ilustrasi. Untuk skripsi sebenarnya, sesuaikan uraian dengan kondisi objek penelitian dan dukung pernyataan yang relevan menggunakan data, hasil observasi, wawancara, atau referensi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

2. Menyusun Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah berisi sejumlah masalah yang ditemukan berdasarkan latar belakang. Jika latar belakang membahas kesulitan pencatatan inventaris secara manual, identifikasi masalah dapat ditulis seperti berikut:

  1. Pencatatan data inventaris belum terorganisasi secara optimal.
  2. Pencarian informasi barang membutuhkan waktu.
  3. Pembaruan kondisi dan lokasi barang belum terdokumentasi dengan baik.
  4. Penyusunan laporan inventaris masih membutuhkan proses manual.

Masalah yang ditulis harus benar-benar berkaitan dengan kondisi yang diteliti. Hindari menambahkan masalah hanya agar daftar terlihat panjang.

Jika pedoman kampus tidak mewajibkan subbab identifikasi masalah secara terpisah, kamu dapat mengikuti struktur yang ditentukan kampus.

3. Membuat Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian. Rumusan masalah harus selaras dengan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya.

Contohnya:

  1. Bagaimana mengembangkan sistem informasi inventaris barang berbasis web pada Sekolah X?
  2. Bagaimana menguji fungsi sistem informasi inventaris yang dikembangkan?

Kamu tidak harus membuat banyak rumusan masalah. Pilih pertanyaan yang benar-benar diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian.

Hindari rumusan yang terlalu luas jika penelitianmu hanya berfokus pada pengembangan dan pengujian sistem.

4. Menentukan Batasan Masalah

Batasan masalah digunakan untuk memperjelas ruang lingkup penelitian. Bagian ini penting agar penelitian tidak berkembang terlalu luas dan sulit diselesaikan dalam waktu yang tersedia.

Contoh batasan masalah untuk penelitian sistem inventaris:

  1. Sistem berfokus pada pengelolaan data barang inventaris sekolah.
  2. Fitur meliputi pencatatan barang, pengelompokan kategori, pembaruan data, pencarian, dan laporan inventaris.
  3. Sistem dikembangkan berbasis web.
  4. Pengujian dilakukan terhadap fungsi sistem sesuai kebutuhan yang telah ditentukan.

Batasan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan objek penelitian. Jika penelitianmu juga mencakup peminjaman barang atau pengelolaan pemeliharaan, fitur tersebut dapat ditambahkan selama ruang lingkupnya realistis.

5. Menulis Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menjelaskan hasil yang ingin dicapai. Biasanya, tujuan ditulis dengan kata kerja yang jelas, seperti mengembangkan, menganalisis, mengevaluasi, atau menguji.

Contohnya:

  1. Mengembangkan sistem informasi inventaris barang berbasis web pada Sekolah X.
  2. Menguji fungsi sistem untuk memastikan fitur berjalan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan.

Perhatikan bahwa tujuan penelitian harus menjawab rumusan masalah. Jika rumusan masalah menanyakan cara mengembangkan sistem dan menguji fungsinya, tujuan penelitian harus mencakup kedua hal tersebut.

6. Menjelaskan Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian menjelaskan pihak yang diharapkan memperoleh manfaat dari hasil penelitian. Manfaat dapat dibagi menjadi manfaat praktis dan manfaat akademis, jika sesuai dengan pedoman kampus.

Contohnya:

Manfaat praktis

  • Bagi sekolah, sistem diharapkan membantu pengelolaan data inventaris.
  • Bagi petugas, sistem diharapkan mempermudah pencarian dan pembaruan informasi barang.
  • Bagi peneliti, penelitian menjadi sarana menerapkan pengetahuan dalam pengembangan sistem informasi.

Manfaat akademis

Penelitian dapat menjadi referensi bagi penelitian berikutnya yang membahas pengembangan sistem informasi inventaris atau pengelolaan data barang berbasis web.

Gunakan kata seperti diharapkan jika manfaat tersebut belum dibuktikan melalui hasil pengujian. Jangan menuliskan manfaat sebagai fakta yang sudah terbukti sebelum penelitian selesai.

7. Menyusun Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan berisi gambaran singkat isi setiap bab dalam skripsi.

Contoh untuk skripsi yang terdiri dari lima bab:

  • BAB I Pendahuluan: membahas latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, dan sistematika penulisan.
  • BAB II Tinjauan Pustaka: membahas teori, konsep, dan penelitian terdahulu yang relevan.
  • BAB III Metodologi Penelitian: menjelaskan objek penelitian, metode pengumpulan data, tahapan penelitian, serta metode pengembangan atau analisis yang digunakan.
  • BAB IV Hasil dan Pembahasan: menyajikan hasil implementasi atau analisis, pengujian, dan pembahasan hasil penelitian.
  • BAB V Penutup: berisi kesimpulan dan saran.

Sesuaikan susunan tersebut dengan format yang berlaku di kampusmu. Tidak semua program studi menggunakan struktur bab yang sama.

Tips agar BAB 1 Tidak Berputar-putar

Setelah semua bagian disusun, baca kembali BAB 1 dari awal hingga akhir. Pastikan setiap bagian memiliki fungsi yang jelas.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Mulai dari masalah, bukan sekadar definisi. Penjelasan teori umum boleh digunakan, tetapi jangan sampai memenuhi sebagian besar latar belakang tanpa mengarah pada masalah penelitian.
  • Gunakan referensi yang relevan. Klaim tentang kondisi, tren, atau hasil penelitian terdahulu perlu didukung sumber yang sesuai.
  • Pastikan antarbagian konsisten. Rumusan masalah, batasan, tujuan, dan metode penelitian harus saling berkaitan.
  • Hindari klaim yang berlebihan. Jangan menyebut suatu metode pasti lebih baik jika belum ada dasar yang mendukung.
  • Periksa pedoman kampus. Format, urutan subbab, dan ketentuan sitasi dapat berbeda antarperguruan tinggi.

Jika penelitian menggunakan metode tertentu, jelaskan alasan pemilihannya secara masuk akal. Misalnya, pemilihan metode pengembangan sistem perlu sesuai dengan kebutuhan proyek dan proses yang akan dilakukan.

Kesimpulan

BAB 1 skripsi berfungsi menjelaskan alasan penelitian dilakukan, masalah yang ingin dijawab, ruang lingkup, serta tujuan dan manfaat penelitian.

Cara menyusunnya adalah dengan membangun alur yang runtut: mulai dari latar belakang, kemudian merumuskan masalah, menentukan batasan, menetapkan tujuan, menjelaskan manfaat, dan menutupnya dengan sistematika penulisan.

Yang terpenting, jangan hanya mengejar jumlah halaman. Pastikan setiap bagian saling mendukung dan benar-benar menjelaskan arah penelitian.

Dengan begitu, BAB 1 akan lebih mudah dipahami oleh pembaca sekaligus menjadi dasar yang kuat untuk melanjutkan penulisan bab berikutnya.

Belum menemukan judul yang bagus? baca juga Cara Menentukan Judul Skripsi yang Bagus dan Tidak Terlalu Sulit

Butuh Bantuan Skripsi atau Pembuatan Software?

Tim Anindyadev siap membantu bimbingan skripsi IT, pembuatan aplikasi kustom, dan implementasi metode algoritma.

Konsultasi Sekarang
Butuh Bantuan? Chat Kami