Skripsi dan Penelitian

Apa Itu Novelty Penelitian? Pengertian, Contoh, dan Cara Menentukannya

17 October 2026 Ditulis oleh Admin Artikel & Tutorial

Pernah ditanya dosen pembimbing, “Apa novelty dari penelitian kamu?”

Pertanyaan ini sering membuat mahasiswa bingung. Apalagi ketika topik yang dipilih ternyata sudah pernah diteliti oleh orang lain.

Lalu, apakah penelitian kita masih bisa dilanjutkan? Apakah harus menggunakan metode baru atau mencari topik yang benar-benar belum pernah dibahas?

Tenang, menentukan novelty penelitian sebenarnya bisa dipelajari. Kuncinya adalah memahami penelitian terdahulu dan mengetahui apa yang bisa dikembangkan dari penelitian tersebut.

Yuk, kita bahas dengan contoh sederhana!

Apa Itu Novelty Penelitian?

Novelty penelitian adalah unsur kebaruan atau kontribusi baru yang ditawarkan oleh suatu penelitian.

Sederhananya, novelty menjelaskan apa yang berbeda atau baru dari penelitian kita dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.

Kebaruan tersebut tidak harus berupa penemuan teori atau metode yang benar-benar baru. Penelitian juga dapat menawarkan pengembangan, pendekatan yang berbeda, atau temuan baru berdasarkan bukti yang diperoleh.

Misalnya, sudah ada penelitian yang menggunakan algoritma tertentu untuk mengklasifikasikan penyakit tanaman.

Penelitian berikutnya tidak harus menciptakan algoritma baru. Peneliti dapat menguji pendekatan berbeda, mengevaluasi kelemahan metode sebelumnya, atau mengkaji kondisi yang belum banyak diteliti.

Namun, perbedaan tersebut harus memiliki alasan yang jelas dan didukung oleh kajian penelitian terdahulu.

Mengapa Novelty Penting dalam Skripsi dan Tesis?

Novelty membantu mahasiswa menjelaskan alasan penelitiannya layak dilakukan.

Tanpa kebaruan atau kontribusi yang jelas, penelitian berisiko hanya mengulang pekerjaan sebelumnya tanpa memberikan pemahaman tambahan.

Berikut beberapa alasan novelty penting dalam penelitian.

  • Memperjelas kontribusi penelitian. Pembaca dapat mengetahui manfaat atau pengetahuan baru yang dihasilkan.
  • Membedakan penelitian dari penelitian terdahulu. Mahasiswa dapat menjelaskan persamaan sekaligus perbedaan penelitiannya.
  • Memperkuat alasan penelitian dilakukan. Topik penelitian tidak sekadar menarik, tetapi memiliki tujuan yang jelas.
  • Membantu menyusun proposal. Novelty dapat menjadi dasar untuk memperkuat latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian.

Bagi mahasiswa S1, kebaruan dapat berupa kontribusi yang terukur dan sesuai dengan ruang lingkup skripsi. Untuk mahasiswa S2, novelty umumnya perlu disertai analisis yang lebih mendalam dan kontribusi ilmiah yang sesuai dengan bidang penelitiannya.

Perlu diingat, penelitian yang baik tidak selalu harus menghasilkan penemuan besar. Kontribusi yang spesifik dan dapat dibuktikan juga memiliki nilai ilmiah.

Apa Perbedaan Research Gap dan Novelty?

Novelty sering dikaitkan dengan research gap. Keduanya memang berhubungan, tetapi memiliki fokus yang berbeda.

Research gap adalah celah atau persoalan yang belum cukup terjawab dalam penelitian terdahulu. Sementara itu, novelty menjelaskan kebaruan atau kontribusi yang ditawarkan untuk menjawab persoalan tersebut. Bisa baca artikel tentang Research GAP disini.

Jika masih bingung memahami research gap, kamu bisa membaca artikel Research Gap dalam Skripsi dan Tesis: Pengertian, Contoh, dan Cara Menemukannya untuk mempelajari pengertian dan cara menemukan celah penelitian secara lebih lengkap.

Contohnya, beberapa penelitian telah membahas klasifikasi penyakit tanaman. Namun, kajian mengenai kinerja model pada kondisi pencahayaan yang bervariasi masih terbatas.

  • Research gap: masih terbatasnya bukti mengenai kinerja model pada kondisi pencahayaan yang bervariasi.
  • Novelty: evaluasi kinerja model pada kondisi tersebut dengan rancangan pengujian yang sesuai.

Contoh tersebut hanya ilustrasi. Mahasiswa perlu memeriksa jurnal yang relevan sebelum menyatakan bahwa suatu celah benar-benar ada.

Singkatnya, research gap menjawab pertanyaan “Apa yang masih belum terjawab?”, sedangkan novelty menjawab “Apa kontribusi baru yang ditawarkan penelitian ini?”

Contoh Novelty Penelitian dari Berbagai Bidang

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh yang dapat dijadikan gambaran saat menyusun skripsi atau tesis.

1. Contoh Novelty Penelitian Sistem Informasi

Misalnya, seorang mahasiswa ingin mengembangkan sistem informasi persediaan barang untuk usaha kecil.

Ternyata, sudah banyak penelitian yang membahas sistem serupa. Apakah topik tersebut masih bisa digunakan?

Bisa, selama terdapat masalah atau kebutuhan yang belum cukup ditangani oleh penelitian sebelumnya.

Sebagai contoh, mahasiswa menemukan bahwa penelitian terdahulu lebih banyak membahas pencatatan stok pada satu lokasi. Ia kemudian mengkaji kebutuhan pemantauan persediaan dari beberapa lokasi penyimpanan dalam satu sistem.

Kebaruan yang ditawarkan dapat berupa pendekatan pengelolaan persediaan lintas lokasi yang dirancang untuk kebutuhan tersebut.

Tentu saja, kontribusinya harus dijelaskan secara spesifik. Sekadar menambahkan fitur tanpa alasan yang kuat belum tentu menghasilkan novelty yang berarti.

2. Contoh Novelty Penelitian Machine Learning

Misalnya, mahasiswa ingin meneliti klasifikasi menggunakan algoritma machine learning.

Sudah ada banyak penelitian yang menerapkan algoritma seperti Decision Tree, Random Forest, atau Support Vector Machine.

Dalam kondisi ini, menggunakan algoritma yang berbeda saja belum tentu cukup untuk menunjukkan kebaruan.

Mahasiswa dapat menelaah apakah penelitian sebelumnya memiliki keterbatasan tertentu, misalnya belum mengevaluasi kinerja model pada distribusi kelas yang tidak seimbang.

Penelitian baru kemudian dapat membandingkan beberapa algoritma menggunakan dataset dan rancangan pengujian yang sesuai, termasuk metrik seperti precision, recall, dan F1-score.

Kontribusi penelitian terletak pada hasil evaluasi yang menjawab persoalan tersebut, bukan semata-mata karena algoritma yang digunakan berbeda.

3. Contoh Novelty Penelitian Pendidikan

Seorang mahasiswa ingin meneliti penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar siswa.

Topik ini sudah sering diteliti. Namun, setelah menelaah sejumlah jurnal, mahasiswa menemukan bahwa hasil penelitian pada kelompok siswa atau kondisi pembelajaran tertentu masih beragam.

Mahasiswa dapat mengkaji faktor yang mungkin menjelaskan perbedaan tersebut, selama pertanyaan itu relevan dan dapat diteliti dengan metode yang tepat.

Novelty yang ditawarkan dapat berupa bukti empiris tambahan mengenai hubungan penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar pada konteks tertentu.

Dari ketiga contoh tersebut, terlihat bahwa novelty tidak harus berupa sesuatu yang sepenuhnya baru. Pengembangan atau evaluasi yang menghasilkan kontribusi bermakna juga dapat menjadi kebaruan penelitian.

Bagaimana Cara Menentukan Novelty Penelitian?

Lalu, bagaimana cara menemukan novelty untuk skripsi atau tesis sendiri?

Berikut langkah-langkah praktis yang bisa dicoba.

1. Tentukan Topik yang Ingin Diteliti

Mulailah dengan menentukan bidang dan masalah yang menarik untuk diteliti.

Jangan langsung memaksakan diri mencari judul yang belum pernah digunakan orang lain. Tentukan dahulu masalah yang ingin dipahami atau diselesaikan.

Misalnya, Anda tertarik pada sistem informasi, klasifikasi gambar, analisis sentimen, atau metode pengambilan keputusan.

Setelah itu, persempit topik agar pencarian jurnal lebih terarah.

2. Cari dan Baca Jurnal Penelitian Terdahulu

Langkah berikutnya adalah mencari jurnal yang membahas topik tersebut.

Anda dapat menggunakan Google Scholar, GARUDA, atau repositori perguruan tinggi. Gunakan kata kunci yang sesuai, termasuk istilah dalam bahasa Inggris jika diperlukan.

Saat membaca jurnal, perhatikan:

  • Masalah yang diteliti.
  • Metode yang digunakan.
  • Hasil utama penelitian.
  • Keterbatasan penelitian.
  • Saran untuk penelitian selanjutnya.

Jurnal terbaru dapat membantu memahami perkembangan topik, tetapi penelitian penting yang lebih lama juga tetap dapat digunakan apabila relevan.

Jangan hanya membaca satu atau dua jurnal. Bandingkan beberapa penelitian agar dapat melihat pola, perbedaan hasil, dan persoalan yang belum terjawab.

3. Buat Tabel Perbandingan Penelitian

Cara sederhana untuk menemukan novelty adalah merangkum penelitian terdahulu dalam sebuah tabel.

Contohnya:

Geser tabel
Aspek Penelitian A Penelitian B Rencana penelitian
Metode Algoritma A Algoritma B Membandingkan A dan B
Data Dataset dengan kondisi tertentu Dataset berbeda Dataset sesuai tujuan penelitian
Fokus Mengukur kinerja model Menguji pendekatan lain Mengevaluasi kinerja pada kondisi tertentu

Tabel ini hanya contoh ilustratif. Isinya harus disesuaikan dengan jurnal yang benar-benar Anda baca.

Dari tabel tersebut, perhatikan apa yang sudah dilakukan, apa yang belum cukup dikaji, dan apakah perbedaan itu penting untuk diteliti.

Jangan hanya mencari perbedaan nama metode atau objek penelitian. Pahami juga alasan mengapa perbedaan tersebut dapat menghasilkan pengetahuan atau manfaat baru.

4. Temukan Research Gap yang Relevan

Setelah membandingkan jurnal, tentukan celah penelitian yang paling masuk akal untuk dikaji.

Misalnya, penelitian terdahulu telah membandingkan beberapa algoritma klasifikasi. Namun, hasilnya belum menjelaskan bagaimana kinerja algoritma berubah ketika distribusi kelas pada data tidak seimbang.

Celah tersebut dapat menjadi dasar untuk merancang penelitian lanjutan.

Pastikan research gap benar-benar didukung oleh literatur. Jangan menyimpulkan bahwa suatu topik belum pernah diteliti hanya karena belum menemukan jurnal yang membahasnya.

5. Tentukan Kontribusi yang Akan Ditawarkan

Setelah menemukan research gap, rumuskan kontribusi yang ingin diberikan.

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apa yang akan saya lakukan untuk menjawab masalah tersebut?
  • Apa perbedaan pendekatan saya dengan penelitian terdahulu?
  • Hasil atau pemahaman baru apa yang diharapkan?
  • Bagaimana kontribusi tersebut akan diuji atau dibuktikan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akan membantu Anda menentukan novelty secara lebih konkret.

Jika belum bisa menjelaskan kontribusi penelitian dalam beberapa kalimat sederhana, kemungkinan topik atau research gap masih perlu dipertajam.

6. Diskusikan Novelty dengan Dosen Pembimbing

Setelah memiliki gambaran novelty, diskusikan dengan dosen pembimbing.

Tunjukkan jurnal yang menjadi dasar, tabel perbandingan penelitian terdahulu, research gap yang ditemukan, serta kontribusi yang ingin ditawarkan.

Dengan begitu, diskusi tidak hanya berisi pertanyaan “Apakah judul ini bagus?”, tetapi juga alasan mengapa penelitian tersebut layak dilakukan.

Masukan dosen dapat membantu memperjelas ruang lingkup dan memastikan kontribusi penelitian sesuai dengan standar akademik program studi.

Masih Kesulitan Menentukan Novelty Skripsi atau Tesis?

Menentukan novelty skripsi atau tesis memang tidak selalu mudah. Terutama saat mencari research gap dan menentukan kebaruan penelitian.

Jika membutuhkan pendampingan, kamu bisa melihat layanan Jasa Bimbingan Skripsi dan Tugas Akhir Anindyadev.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Novelty

Ada beberapa hal yang perlu dihindari ketika menentukan kebaruan penelitian.

Mengganti objek penelitian saja. Menggunakan metode yang sama pada objek berbeda tidak otomatis menghasilkan novelty. Perlu ada alasan ilmiah mengapa perbedaan konteks tersebut penting.
Menggunakan algoritma yang berbeda tanpa alasan. Memilih metode yang lebih baru atau lebih populer belum tentu memberikan kontribusi jika tidak menjawab masalah yang jelas.
Menganggap topik yang belum pernah ditemukan di Google Scholar pasti baru. Hasil pencarian yang terbatas bukan bukti bahwa penelitian serupa tidak ada. Pencarian literatur perlu dilakukan secara terarah dan memadai.
Menjanjikan kebaruan yang tidak dapat dibuktikan. Hindari klaim seperti “metode ini paling baik” atau “penelitian ini merupakan yang pertama” tanpa bukti yang cukup.

Lebih baik menawarkan kontribusi yang spesifik, realistis, dan dapat diuji daripada membuat klaim besar yang sulit dipertanggungjawabkan.

Kesimpulan

Novelty penelitian adalah unsur kebaruan atau kontribusi yang ditawarkan untuk menjawab suatu persoalan ilmiah. Kebaruan tersebut tidak selalu harus berupa metode atau teori yang benar-benar baru.

Mahasiswa dapat menemukannya dengan membaca jurnal, membandingkan penelitian terdahulu, mengidentifikasi research gap, lalu menentukan kontribusi yang relevan.

Baik untuk skripsi maupun tesis, hal terpenting adalah memahami apa yang sudah diketahui, apa yang masih perlu dikaji, dan bagaimana penelitian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jadi, jangan terburu-buru mencari judul yang terlihat canggih. Mulailah dari masalah yang jelas, pelajari penelitian terdahulu, lalu temukan peluang untuk mengembangkan pengetahuan dari sana.

Butuh Bantuan Skripsi atau Pembuatan Software?

Tim Anindyadev siap membantu bimbingan skripsi IT, pembuatan aplikasi kustom, dan implementasi metode algoritma.

Konsultasi Sekarang
Butuh Bantuan? Chat Kami