Skripsi dan tesis sama-sama merupakan karya ilmiah yang disusun melalui proses penelitian. Keduanya membutuhkan landasan teori, metode penelitian, analisis data, serta kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Namun, perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada jenjang pendidikan. Hal yang lebih penting adalah kedalaman analisis, tujuan penelitian, dan cara penulis membangun argumentasi ilmiah.
Lantas, apa yang membedakan skripsi dan tesis dari sisi penelitian dan penulisannya?
1. Perbedaan Kedalaman Penelitian
Skripsi umumnya berfokus pada kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teori atau metode penelitian untuk menjawab suatu permasalahan. Penelitian dapat berupa pengujian metode, analisis fenomena, maupun pengembangan sistem sesuai kebutuhan objek penelitian.
Sementara itu, tesis umumnya menuntut analisis yang lebih mendalam. Mahasiswa tidak cukup hanya menjelaskan hasil penelitian, tetapi juga perlu menguraikan alasan di balik hasil tersebut, menghubungkannya dengan teori dan penelitian terdahulu, serta menjelaskan implikasinya.
Sebagai contoh, dalam penelitian klasifikasi menggunakan algoritma machine learning, skripsi dapat berfokus pada penerapan algoritma dan evaluasi kinerjanya pada dataset tertentu.
Pada tesis, pembahasan dapat dikembangkan dengan menganalisis mengapa algoritma menghasilkan kinerja tertentu, membandingkan beberapa pendekatan secara sistematis, atau menguji pengaruh karakteristik data terhadap hasil klasifikasi.
Artinya, perbedaan tersebut bukan sekadar banyaknya halaman atau jumlah metode yang digunakan, melainkan seberapa dalam peneliti memahami, menganalisis, dan menjelaskan permasalahan yang diteliti.
2. Perbedaan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian memengaruhi arah seluruh proses penyusunan karya ilmiah, mulai dari rumusan masalah hingga kesimpulan.
Dalam skripsi, tujuan penelitian umumnya diarahkan untuk menerapkan pengetahuan, menguji pendekatan tertentu, atau menyelesaikan permasalahan dengan metode yang sesuai.
Pada tesis, tujuan penelitian umumnya dikembangkan lebih jauh dengan menekankan analisis kritis, pengujian hubungan atau asumsi, evaluasi pendekatan, maupun kontribusi terhadap pemahaman suatu permasalahan.
Sebagai ilustrasi, penelitian skripsi tentang sistem informasi dapat bertujuan mengembangkan aplikasi untuk membantu pengelolaan data pada suatu instansi.
Sementara itu, penelitian tesis pada bidang serupa dapat mengkaji efektivitas pendekatan yang digunakan, mengevaluasi faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan sistem, atau menguji model yang dikembangkan berdasarkan kerangka penelitian yang jelas.
Meskipun demikian, skripsi juga dapat menghasilkan temuan yang bermanfaat, sedangkan tesis tidak selalu harus menciptakan metode baru. Tingkat kontribusi yang diharapkan perlu disesuaikan dengan bidang ilmu dan ketentuan perguruan tinggi.
3. Perbedaan Cara Menulis Skripsi dan Tesis
Perbedaan kedalaman penelitian juga terlihat dalam cara penulis menyusun argumen dan membahas hasil penelitian.
Dalam skripsi, penulisan perlu menunjukkan bahwa permasalahan telah diidentifikasi dengan jelas, metode yang dipilih sesuai, dan hasil penelitian menjawab rumusan masalah.
Dalam tesis, penulis umumnya perlu membangun argumentasi yang lebih kuat dengan menghubungkan teori, bukti empiris, penelitian terdahulu, dan implikasi temuan secara lebih mendalam.
Perhatikan ilustrasi berikut.
Contoh pembahasan dalam skripsi:
“Berdasarkan hasil pengujian, model memperoleh akurasi sebesar 92%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan data dengan baik pada dataset yang digunakan.”
Contoh pembahasan yang lebih mendalam untuk tesis:
“Model memperoleh akurasi sebesar 92% pada dataset pengujian. Namun, akurasi belum cukup untuk menggambarkan kinerja model apabila distribusi kelas tidak seimbang. Oleh karena itu, hasil perlu dianalisis menggunakan metrik tambahan, seperti precision, recall, dan F1-score, kemudian dibandingkan dengan penelitian terdahulu untuk mengetahui kekuatan dan keterbatasan pendekatan yang digunakan.”
Contoh tersebut hanya ilustrasi, bukan aturan mutlak bahwa jenis kalimat tertentu hanya boleh digunakan dalam skripsi atau tesis. Skripsi yang baik juga harus memiliki pembahasan kritis, sedangkan tesis perlu menyajikan analisis sesuai data dan bukti yang tersedia.
Intinya, penulisan karya ilmiah tidak cukup hanya melaporkan apa yang ditemukan. Penulis juga perlu menjelaskan mengapa hasil tersebut penting, bagaimana hasil itu dapat dipahami, dan apa batasan kesimpulannya.
4. Bagaimana Agar Penelitian Lebih Mendalam?
Baik menyusun skripsi maupun tesis, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas penelitian dengan beberapa langkah berikut:
- Perjelas masalah penelitian. Hindari rumusan masalah yang terlalu luas atau hanya menjelaskan keinginan untuk membuat suatu aplikasi.
- Gunakan penelitian terdahulu secara kritis. Jangan hanya merangkum jurnal satu per satu, tetapi identifikasi persamaan, perbedaan, keterbatasan, dan peluang penelitian lanjutan.
- Sesuaikan metode dengan tujuan. Metode harus mampu menjawab rumusan masalah, bukan dipilih hanya karena sedang populer.
- Bahas hasil secara analitis. Jelaskan pola, temuan, faktor yang mungkin memengaruhi hasil, dan keterbatasan penelitian berdasarkan bukti.
- Tunjukkan kontribusi penelitian. Uraikan manfaat atau pengetahuan yang dihasilkan, baik berupa evaluasi metode, pemahaman fenomena, maupun pengembangan sistem.
Langkah-langkah tersebut membantu mahasiswa menyusun karya ilmiah yang lebih terarah dan memiliki argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kesimpulan
Perbedaan skripsi dan tesis bukan semata-mata terletak pada jumlah halaman, banyaknya referensi, atau kompleksitas metode. Perbedaan yang lebih mendasar terdapat pada kedalaman analisis, tujuan penelitian, dan kekuatan argumentasi ilmiah yang dibangun.
Skripsi berfokus pada kemampuan menerapkan metode penelitian untuk menjawab permasalahan secara sistematis, sedangkan tesis umumnya menuntut analisis yang lebih mendalam dan kontribusi ilmiah yang lebih kuat sesuai bidang kajiannya.
Dengan memahami perbedaan tersebut, mahasiswa dapat menyusun penelitian yang tidak hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga mampu menjelaskan hasil, alasan, dan makna dari penelitian yang dilakukan.