Skripsi dan Penelitian

Cara Menentukan Metode Penelitian yang Tepat untuk Skripsi, Lengkap dengan Contoh

09 November 2026 Ditulis oleh Admin Artikel & Tutorial

Menentukan metode penelitian merupakan salah satu langkah penting dalam menyusun skripsi. Metode yang digunakan akan memengaruhi bagaimana data dikumpulkan, diolah, dianalisis, hingga menghasilkan kesimpulan.

Namun, masih banyak mahasiswa yang bingung ketika harus menentukan metode penelitian. Ada yang memilih metode karena sering digunakan oleh mahasiswa lain. Ada juga yang langsung menggunakan metode tertentu tanpa memahami apakah metode tersebut sesuai dengan masalah yang ingin diteliti.

Padahal, metode penelitian tidak seharusnya dipilih hanya karena populer atau dianggap mudah. Lalu, bagaimana cara menentukan metode penelitian yang tepat untuk skripsi?

Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis pendekatan penelitian, faktor yang perlu dipertimbangkan, contoh penerapan, hingga tips memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Apa Itu Metode Penelitian?

Metode penelitian adalah cara atau prosedur sistematis yang digunakan untuk memperoleh dan menganalisis data guna menjawab pertanyaan penelitian atau mencapai tujuan tertentu.

Metode penelitian membantu peneliti menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan selama proses penelitian. Secara umum, metode penelitian mencakup beberapa hal, seperti:

  • Pendekatan atau jenis penelitian.
  • Sumber dan jenis data.
  • Teknik pengumpulan data.
  • Teknik pengolahan dan analisis data.
  • Prosedur pelaksanaan penelitian.

Pemilihan metode harus disesuaikan dengan karakteristik masalah dan tujuan penelitian. Metode yang tepat akan membantu penelitian berjalan lebih terarah dan menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga Cara Menentukan Judul Skripsi yang Bagus dan Tidak Terlalu Sulit

Jenis-Jenis Pendekatan Penelitian

Sebelum menentukan metode penelitian, kamu perlu memahami beberapa pendekatan yang umum digunakan dalam skripsi.

1. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan untuk memahami suatu fenomena secara mendalam melalui data yang bersifat deskriptif. Data dapat diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, atau sumber lain yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pendekatan ini cocok digunakan ketika peneliti ingin memahami pengalaman, pendapat, perilaku, atau proses yang terjadi pada suatu objek penelitian.

Contoh judul:
“Analisis Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Sistem Informasi Akademik Menggunakan Pendekatan Kualitatif.”

Penelitian tersebut dapat dilakukan melalui wawancara dengan mahasiswa untuk mengetahui pengalaman mereka ketika menggunakan sistem informasi akademik.

2. Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif menggunakan data berbentuk angka untuk mengukur variabel, menguji hipotesis, atau menganalisis hubungan antarvariabel. Data biasanya dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran, pengujian, atau sumber data numerik lainnya. Pendekatan ini cocok digunakan ketika penelitian membutuhkan pengukuran yang terstruktur dan analisis statistik.

Contoh judul:
“Pengaruh Kualitas Layanan dan Kemudahan Penggunaan terhadap Kepuasan Pengguna Aplikasi Akademik.”

Penelitian tersebut dapat menggunakan kuesioner untuk memperoleh penilaian responden, kemudian menganalisis hubungan antarvariabel menggunakan teknik statistik yang sesuai.

3. Penelitian Metode Campuran (Mixed Methods)

Mixed Methods merupakan pendekatan yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian. Pendekatan ini digunakan ketika pertanyaan penelitian membutuhkan data numerik sekaligus penjelasan yang lebih mendalam.

Contoh judul:
“Evaluasi Penggunaan Sistem Informasi Akademik Menggunakan Metode Kuantitatif dan Wawancara Pengguna.”

Penelitian dapat mengumpulkan data kuesioner untuk mengukur penilaian pengguna, kemudian melakukan wawancara untuk memahami alasan di balik hasil penilaian tersebut.

Penggabungan kedua pendekatan harus dirancang dengan jelas. Bukan sekadar menggunakan kuesioner dan wawancara sekaligus, tetapi menjelaskan bagaimana kedua jenis data saling melengkapi.

Jenis Metode Penelitian yang Sering Digunakan dalam Skripsi

Selain pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan campuran, terdapat berbagai desain atau metode penelitian yang dapat digunakan sesuai tujuan penelitian. Berikut beberapa contohnya.

1. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan suatu kondisi, fenomena, atau karakteristik objek penelitian secara sistematis. Metode ini cocok ketika peneliti ingin mengetahui bagaimana suatu kondisi terjadi tanpa harus menguji hubungan sebab-akibat antarvariabel.

Contoh judul:
“Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna terhadap Sistem Informasi Perpustakaan.”

Penelitian dapat menggambarkan tingkat kepuasan pengguna berdasarkan hasil kuesioner atau data yang diperoleh.

2. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen digunakan untuk menguji pengaruh suatu perlakuan terhadap hasil tertentu dengan rancangan pengujian yang terkontrol. Metode ini dapat digunakan untuk mengetahui apakah perubahan atau perlakuan tertentu memberikan pengaruh terhadap variabel yang diamati.

Contoh judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif terhadap Hasil Belajar Siswa.”

Peneliti dapat membandingkan hasil belajar berdasarkan rancangan eksperimen yang sesuai, misalnya dengan kelompok perlakuan dan kelompok pembanding.

3. Penelitian Pengembangan (Research and Development)

Penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) berfokus pada pengembangan produk, sistem, media, atau solusi tertentu serta evaluasinya. Dalam bidang Informatika, pendekatan ini dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi atau sistem informasi.

Contoh judul:
“Pengembangan Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis Web pada Sekolah X.”

Penelitian dapat mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan evaluasi produk yang dikembangkan.

Perlu diperhatikan bahwa penelitian pengembangan tidak selalu menggunakan tahapan yang sama. Model pengembangan yang dipilih harus disesuaikan dengan karakteristik produk dan tujuan penelitian.

4. Penelitian Studi Kasus

Studi kasus merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami suatu kasus secara mendalam dalam konteks tertentu. Objeknya dapat berupa organisasi, instansi, kelompok, sistem, atau fenomena tertentu.

Contoh judul:
“Analisis Pengelolaan Data Inventaris pada Sekolah X: Studi Kasus pada Bagian Sarana dan Prasarana.”

Penelitian dapat dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami proses pengelolaan inventaris di sekolah tersebut.

5. Penelitian Komparatif

Penelitian komparatif bertujuan membandingkan dua atau lebih objek, kondisi, kelompok, metode, atau hasil berdasarkan kriteria tertentu.

Contoh judul:
“Perbandingan Kinerja Algoritma Naive Bayes dan Support Vector Machine dalam Klasifikasi Sentimen.”

Penelitian tersebut dapat membandingkan hasil kedua algoritma menggunakan dataset, prosedur pengujian, dan metrik evaluasi yang sesuai.

Dalam penelitian komparatif, kondisi pengujian perlu dibuat sebanding agar hasil perbandingan dapat diinterpretasikan secara tepat.

Cara Menentukan Metode Penelitian yang Tepat untuk Skripsi

Setelah memahami beberapa pendekatan dan metode penelitian, sekarang saatnya menentukan pilihan yang sesuai dengan topik skripsimu.

Berikut langkah-langkah yang dapat digunakan.

1. Pahami Masalah yang Ingin Diteliti

Langkah pertama adalah memahami masalah penelitian secara jelas. Tanyakan kepada diri sendiri: apa sebenarnya masalah yang ingin diselesaikan atau dipahami?

Misalnya:

  • Ingin memahami pengalaman pengguna terhadap suatu aplikasi.
  • Ingin mengukur pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna.
  • Ingin mengembangkan aplikasi untuk menyelesaikan masalah pencatatan data.
  • Ingin membandingkan kinerja dua algoritma Machine Learning.

Setiap masalah memiliki kebutuhan penelitian yang berbeda.

Jika ingin memahami pengalaman pengguna, pendekatan kualitatif dapat dipertimbangkan. Jika ingin mengukur pengaruh antarvariabel, pendekatan kuantitatif mungkin lebih sesuai. Jika ingin membangun aplikasi, penelitian pengembangan dapat menjadi pilihan.

2. Tentukan Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menjadi salah satu dasar dalam memilih metode. Perhatikan kata kerja yang digunakan dalam tujuan penelitian.

Geser tabel
Tujuan Penelitian Pendekatan atau Metode yang Dapat Dipertimbangkan
Memahami pengalaman pengguna Kualitatif
Mengukur tingkat kepuasan Kuantitatif deskriptif
Menguji pengaruh antarvariabel Kuantitatif dengan desain yang sesuai
Mengembangkan aplikasi Penelitian pengembangan
Membandingkan algoritma Eksperimen atau evaluasi komparatif
Memahami suatu kasus secara mendalam Studi kasus

Tabel tersebut merupakan panduan awal, bukan aturan mutlak. Pemilihan akhir tetap bergantung pada pertanyaan penelitian, rancangan, data, dan kebutuhan analisis.

3. Perhatikan Jenis Data yang Dibutuhkan

Jenis data yang dibutuhkan juga memengaruhi pemilihan metode. Jika penelitian membutuhkan data berupa pengalaman, pendapat, dan penjelasan dari narasumber, pendekatan kualitatif dapat digunakan.

Jika penelitian membutuhkan data numerik, hasil pengukuran, atau skor kuesioner, pendekatan kuantitatif dapat dipertimbangkan. Sementara itu, jika penelitian membutuhkan kedua jenis data tersebut, Mixed Methods bisa menjadi pilihan.

Pastikan data yang dibutuhkan memang dapat diperoleh dan sesuai dengan tujuan penelitian.

4. Sesuaikan dengan Objek dan Ketersediaan Data

Sebelum menentukan metode, periksa apakah objek penelitian dan data yang dibutuhkan tersedia. Misalnya, kamu ingin mengembangkan sistem informasi pada sebuah sekolah. Pastikan kamu dapat memperoleh informasi mengenai proses bisnis, kebutuhan pengguna, dan data yang diperlukan.

Jika ingin melakukan penelitian Machine Learning, pastikan dataset tersedia dan memiliki kualitas yang memadai.

Jangan memilih metode yang membutuhkan data tertentu jika sejak awal kamu tidak memiliki akses untuk mendapatkannya.

5. Pertimbangkan Kemampuan dan Waktu Pengerjaan

Metode penelitian juga perlu disesuaikan dengan kemampuan, fasilitas, dan waktu yang tersedia. Misalnya, penelitian Deep Learning membutuhkan pemahaman pemrosesan data, pelatihan model, evaluasi, serta sumber daya komputasi yang sesuai.

Sementara itu, penelitian pengembangan aplikasi sederhana mungkin memiliki kebutuhan teknis yang berbeda. Bukan berarti kamu harus selalu memilih metode yang paling mudah. Pilih metode yang dapat kamu pahami, pelajari, dan laksanakan secara bertanggung jawab.

6. Pelajari Penelitian Terdahulu

Cari penelitian yang memiliki topik atau masalah serupa. Perhatikan metode yang digunakan, alasan pemilihannya, jenis data, teknik analisis, dan hasil penelitian.

Dari penelitian terdahulu, kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai pendekatan yang sesuai sekaligus menemukan aspek yang masih dapat dikembangkan.

Jangan langsung meniru metode penelitian lain. Pastikan metode tersebut memang sesuai dengan tujuan dan kondisi penelitianmu.

baca juga Cara Membuat Kajian Pustaka Skripsi

7. Konsultasikan dengan Dosen Pembimbing

Setelah memiliki beberapa alternatif, diskusikan pilihan metode dengan dosen pembimbing. Jelaskan masalah penelitian, tujuan, data yang tersedia, dan alasan memilih metode tersebut. Diskusi ini penting agar metode yang digunakan sesuai dengan ketentuan program studi dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Contoh Menentukan Metode Penelitian Berdasarkan Judul Skripsi

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penerapan pemilihan metode berdasarkan topik penelitian.

Geser tabel
Contoh Judul Skripsi Pendekatan atau Metode Alasan Pemilihan
Pengembangan Sistem Informasi Inventaris Berbasis Web Penelitian pengembangan Berfokus pada pembuatan dan evaluasi aplikasi
Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi Akademik Kuantitatif deskriptif Mengukur penilaian pengguna
Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pengguna Kuantitatif Menguji hubungan atau pengaruh antarvariabel
Analisis Pengalaman Pengguna Aplikasi Perpustakaan Kualitatif Memahami pengalaman dan pendapat pengguna
Perbandingan Naive Bayes dan SVM untuk Klasifikasi Sentimen Eksperimen komparatif Membandingkan performa dua algoritma
Deteksi Penggunaan Helm Menggunakan Computer Vision Eksperimen Melatih dan mengevaluasi model deteksi

Contoh tersebut merupakan gambaran awal. Setiap penelitian masih perlu menentukan desain yang lebih spesifik, teknik pengumpulan data, prosedur pelaksanaan, dan cara evaluasinya.

baca juga Cara Membuat Proposal Skripsi dari Awal hingga Siap Diajukan

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Metode Penelitian

Beberapa kesalahan berikut sebaiknya dihindari agar penelitian tidak mengalami kendala sejak awal.

1. Memilih Metode karena Sedang Populer

Metode yang sedang populer belum tentu sesuai dengan masalah penelitian. Misalnya, menggunakan Deep Learning hanya karena sedang banyak dibahas, padahal data dan tujuan penelitian tidak membutuhkan pendekatan tersebut.

2. Menentukan Metode Tanpa Memahami Tujuan Penelitian

Metode harus membantu menjawab rumusan masalah. Jika tujuan penelitian adalah mengukur pengaruh antarvariabel, rancangan penelitian harus memungkinkan pengujian hubungan tersebut.

Jangan memilih metode hanya karena pernah digunakan dalam skripsi orang lain.

3. Mengabaikan Ketersediaan Data

Penelitian dapat terhambat jika data yang dibutuhkan tidak tersedia atau sulit diperoleh. Sebelum menetapkan metode, pastikan sumber data, izin penggunaan, dan kebutuhan jumlah maupun kualitas data sudah dipertimbangkan.

4. Menganggap Semua Penelitian Harus Menggunakan Hipotesis

Tidak semua penelitian membutuhkan hipotesis formal. Penelitian kualitatif dan beberapa penelitian pengembangan dapat menggunakan pertanyaan penelitian tanpa hipotesis statistik. Penggunaan hipotesis harus mengikuti tujuan, desain penelitian, dan pedoman akademik yang berlaku.

5. Tidak Memahami Teknik Analisis Data

Metode penelitian bukan hanya menentukan cara mengumpulkan data. Kamu juga harus memahami bagaimana data akan diolah dan dianalisis. Misalnya, jika menggunakan kuesioner kuantitatif, tentukan teknik analisis statistik yang sesuai. Jika menggunakan wawancara, jelaskan bagaimana data hasil wawancara akan diolah menjadi temuan.

Tips agar Metode Penelitian Tidak Mudah Direvisi

Agar proses penyusunan skripsi lebih terarah, lakukan beberapa hal berikut:

  • Baca pedoman skripsi dari kampus sebelum menentukan metode.
  • Pahami perbedaan pendekatan, desain penelitian, dan teknik pengumpulan data.
  • Pastikan metode sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan.
  • Cari referensi ilmiah yang menjelaskan metode yang digunakan.
  • Pastikan data dan fasilitas penelitian tersedia.
  • Buat rancangan tahapan penelitian sebelum mulai mengumpulkan data.
  • Diskusikan alasan pemilihan metode dengan dosen pembimbing.

Dengan persiapan tersebut, kamu akan lebih mudah menjelaskan alasan memilih suatu metode ketika melakukan konsultasi atau seminar proposal.

baca juga Cara Mencari Jurnal Ilmiah untuk Skripsi dan Tugas Akhir

Kesimpulan

Cara menentukan metode penelitian yang tepat untuk skripsi dimulai dengan memahami masalah, menentukan tujuan, mengenali jenis data, serta mempertimbangkan objek dan kemampuan yang tersedia.

Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk memahami fenomena secara mendalam, penelitian kuantitatif untuk melakukan pengukuran dan analisis numerik, sedangkan Mixed Methods menggabungkan kedua pendekatan tersebut.

Selain itu, terdapat berbagai desain penelitian seperti deskriptif, eksperimen, studi kasus, komparatif, dan penelitian pengembangan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

Hal terpenting adalah jangan menentukan metode hanya karena populer atau dianggap mudah.

Metode penelitian yang baik adalah metode yang sesuai dengan masalah, mampu menjawab tujuan penelitian, dan dapat dilaksanakan secara sistematis serta dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Butuh Bantuan Skripsi atau Pembuatan Software?

Tim Anindyadev siap membantu bimbingan skripsi IT, pembuatan aplikasi kustom, dan implementasi metode algoritma.

Konsultasi Sekarang
Butuh Bantuan? Chat Kami