Skripsi dan Penelitian

Cara Mencari Jurnal Ilmiah untuk Skripsi dan Tugas Akhir: Panduan Lengkap

05 November 2026 Ditulis oleh Admin Artikel & Tutorial

Mencari jurnal ilmiah merupakan salah satu tahapan penting dalam menyusun skripsi, tesis, maupun Tugas Akhir (TA). Jurnal ilmiah digunakan sebagai sumber referensi untuk memahami penelitian terdahulu, menemukan landasan teori, menentukan metode penelitian, hingga mengidentifikasi permasalahan yang masih dapat dikembangkan.

Namun, tidak sedikit mahasiswa yang masih kesulitan menemukan jurnal yang sesuai dengan topik penelitiannya. Ada yang hanya menggunakan satu mesin pencari, kesulitan mendapatkan file PDF, atau belum memahami cara membedakan jurnal yang relevan dan jurnal yang memiliki kualitas baik.

Padahal, saat ini tersedia berbagai platform yang dapat membantu mahasiswa menemukan referensi ilmiah, baik jurnal nasional maupun internasional.

Artikel ini akan membahas cara mencari jurnal ilmiah untuk skripsi dan Tugas Akhir, mulai dari menentukan kata kunci, menggunakan platform pencarian jurnal, mendapatkan artikel PDF secara legal, hingga memilih referensi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

1. Apa Itu Jurnal Ilmiah dan Mengapa Penting untuk Skripsi?

Jurnal ilmiah merupakan publikasi akademik yang memuat hasil penelitian, kajian ilmiah, atau pengembangan pengetahuan dalam bidang tertentu. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah umumnya memiliki struktur penulisan akademik dan melalui proses penilaian sesuai kebijakan penerbitnya.

Dalam penyusunan skripsi dan Tugas Akhir, jurnal ilmiah memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:

  1. Menemukan penelitian terdahulu: Membantu mahasiswa memahami penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti lain.
  2. Menyusun landasan teori: Menjadi sumber informasi untuk menjelaskan konsep, metode, algoritma, dan teknologi yang digunakan.
  3. Menemukan research gap: Membantu mengidentifikasi keterbatasan atau aspek penelitian yang masih dapat dikembangkan.
  4. Menentukan metode penelitian: Memberikan gambaran mengenai metode dan pendekatan yang pernah digunakan untuk menyelesaikan permasalahan serupa.
  5. Mendukung argumentasi penelitian: Memperkuat alasan pemilihan topik dan pendekatan penelitian berdasarkan bukti ilmiah.

Karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengumpulkan banyak jurnal, tetapi juga memastikan setiap referensi memiliki hubungan yang jelas dengan penelitian yang sedang dikerjakan.

2. Website untuk Mencari Jurnal Ilmiah Nasional dan Internasional

Ada beberapa platform yang dapat digunakan untuk mencari jurnal ilmiah. Setiap platform memiliki fungsi dan cakupan yang berbeda.

A. Google Scholar

Google Scholar merupakan salah satu mesin pencari akademik yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa dan peneliti. Platform ini membantu menemukan artikel jurnal, tesis, buku, makalah konferensi, dan berbagai publikasi ilmiah lainnya.

Website: https://scholar.google.com/

Cara mencari jurnal melalui Google Scholar:

  1. Buka website Google Scholar.
  2. Masukkan kata kunci sesuai topik penelitian.
  3. Periksa daftar hasil pencarian yang muncul.
  4. Perhatikan judul, nama penulis, tahun publikasi, dan sumber penerbit.
  5. Klik tautan artikel untuk membaca abstrak atau mengakses dokumen lengkap.
  6. Gunakan tautan PDF atau fitur All Versions apabila tersedia.

Google Scholar juga menyediakan fitur seperti Cited by untuk menemukan penelitian yang mengutip artikel tertentu dan Related articles untuk menemukan publikasi dengan topik serupa.

Salah satu keunggulan Google Scholar adalah cakupan pencariannya yang luas. Namun, artikel yang muncul di Google Scholar tidak otomatis memiliki kualitas atau status akreditasi yang sama. Mahasiswa tetap perlu memeriksa sumber publikasinya.

B. GARUDA (Garba Rujukan Digital)

GARUDA merupakan portal penelusuran publikasi ilmiah Indonesia yang dikelola dalam ekosistem Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Website: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/

Platform ini sangat berguna bagi mahasiswa yang membutuhkan referensi dari jurnal nasional, terutama untuk penelitian yang menggunakan bahasa Indonesia.

Cara mencari jurnal melalui GARUDA:

  1. Buka website GARUDA.
  2. Masukkan judul penelitian atau kata kunci pada kolom pencarian.
  3. Periksa hasil artikel berdasarkan judul dan bidang penelitian.
  4. Pilih artikel yang sesuai dengan topik.
  5. Buka informasi artikel untuk melihat abstrak, penulis, dan sumber publikasi.
  6. Gunakan tautan dokumen atau PDF apabila tersedia.

GARUDA juga menyediakan fitur pencarian berdasarkan jurnal, penerbit, penulis, dan bidang keilmuan. Keunggulan GARUDA adalah membantu menemukan publikasi ilmiah dari berbagai jurnal dan prosiding di Indonesia.

C. SINTA (Science and Technology Index)

SINTA merupakan platform yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyediakan informasi mengenai publikasi, jurnal, dan kinerja penelitian di Indonesia.

Website: https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/

SINTA dapat digunakan untuk membantu mahasiswa memeriksa informasi jurnal nasional dan status akreditasinya.

Cara menggunakan SINTA untuk mencari jurnal:

  1. Buka website SINTA.
  2. Masuk ke bagian pencarian jurnal atau Sources.
  3. Masukkan nama jurnal atau kata kunci bidang penelitian.
  4. Periksa profil jurnal yang ditemukan.
  5. Perhatikan informasi akreditasi dan periode berlakunya.
  6. Kunjungi website resmi jurnal untuk mencari artikel yang sesuai.

Perlu diperhatikan bahwa SINTA lebih tepat digunakan untuk memeriksa informasi dan status jurnal, bukan sebagai satu-satunya mesin pencari artikel.

Jika kampus mensyaratkan referensi dari jurnal terakreditasi, pastikan status dan periode akreditasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

D. DOAJ (Directory of Open Access Journals)

DOAJ merupakan direktori jurnal akses terbuka yang dapat digunakan untuk menemukan publikasi ilmiah dari berbagai negara.

Website: https://doaj.org/

Platform ini cocok bagi mahasiswa yang membutuhkan referensi internasional yang dapat diakses secara terbuka.

Cara mencari jurnal melalui DOAJ:

  1. Buka website DOAJ.
  2. Pilih pencarian artikel atau jurnal.
  3. Masukkan kata kunci penelitian dalam bahasa Inggris.
  4. Periksa judul dan abstrak artikel.
  5. Pilih artikel yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
  6. Kunjungi halaman penerbit untuk mengakses artikel lengkap.

DOAJ membantu menemukan jurnal open access, tetapi mahasiswa tetap perlu menilai relevansi, metode, dan kualitas setiap artikel yang ditemukan.

E. PubMed

PubMed merupakan platform pencarian literatur ilmiah yang berfokus pada bidang biomedis dan ilmu kesehatan.

Website: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/

Bagi mahasiswa Informatika yang mengembangkan penelitian di bidang kesehatan, seperti klasifikasi penyakit menggunakan Machine Learning atau pengolahan citra medis, PubMed dapat menjadi sumber referensi tambahan.

Cara menggunakannya:

  1. Buka website PubMed.
  2. Masukkan kata kunci penelitian.
  3. Gunakan filter tahun publikasi atau jenis artikel.
  4. Periksa abstrak dan informasi penelitian.
  5. Cari tautan full text apabila tersedia.

Tidak semua artikel di PubMed tersedia secara gratis dalam bentuk PDF. Untuk artikel yang memiliki akses terbuka, mahasiswa dapat mengunjungi tautan full text yang disediakan.

3. Cara Menentukan Kata Kunci agar Hasil Pencarian Lebih Relevan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah menggunakan kata kunci yang terlalu umum.

Contohnya, mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang klasifikasi penyakit daun tanaman hanya mengetik kata kunci:

"Machine Learning"

Hasil pencarian tentu akan sangat luas karena Machine Learning digunakan dalam berbagai bidang penelitian. Agar lebih tepat, kata kunci perlu disesuaikan dengan objek, metode, dan tujuan penelitian.

Berikut contoh pengembangan kata kunci:

Geser tabel
Topik penelitian Kata kunci pencarian
Deteksi penggunaan helm Helmet Detection Using Deep Learning
Analisis sentimen Indonesian Sentiment Analysis
Chatbot akademik Academic Chatbot Using RAG
Klasifikasi penyakit tanaman Plant Disease Classification CNN
Prediksi penjualan Sales Forecasting Using XGBoost
Sistem pendukung keputusan Decision Support System TOPSIS
Deteksi transaksi mencurigakan Financial Fraud Detection Machine Learning

Mahasiswa juga disarankan menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini karena banyak penelitian internasional menggunakan istilah berbahasa Inggris, sehingga pencarian dengan dua bahasa dapat memberikan hasil yang lebih beragam.

Menggunakan Operator Pencarian

Selain kata kunci biasa, mahasiswa dapat menggunakan operator pencarian untuk mempersempit hasil. Beberapa contoh yang dapat digunakan:

  • AND: Menggabungkan dua konsep yang harus sama-sama muncul dalam pencarian.
  • OR: Mencari salah satu dari beberapa istilah yang memiliki makna serupa.
  • Tanda kutip ("..."): Mencari frasa tertentu secara lebih spesifik.
  • Tahun publikasi: Membatasi hasil berdasarkan periode penelitian.

Contoh pencarian:

"Helmet Detection" AND "Deep Learning"
"Retrieval-Augmented Generation" OR "RAG"
"Sentiment Analysis" AND "Indonesian Language"

Dengan teknik tersebut, mahasiswa dapat menemukan artikel yang lebih sesuai dengan topik penelitian.

4. Cara Mendapatkan Jurnal PDF Gratis dan Legal

Setelah menemukan artikel yang sesuai, langkah selanjutnya adalah mendapatkan dokumen lengkap untuk dibaca dan dianalisis. Tidak semua jurnal menyediakan akses gratis. Namun, ada beberapa cara legal untuk mendapatkan artikel ilmiah secara gratis.

Berikut beberapa cara yang dapat dicoba:

  1. Gunakan tautan PDF di Google Scholar. Beberapa artikel menyediakan file PDF langsung pada hasil pencarian.
  2. Periksa fitur All Versions. Terkadang artikel yang sama tersedia melalui repositori universitas atau situs penerbit.
  3. Kunjungi website resmi jurnal. Banyak jurnal nasional dan internasional menyediakan akses terbuka.
  4. Gunakan GARUDA dan DOAJ. Cari publikasi yang menyediakan akses full text.
  5. Periksa repositori perguruan tinggi. Beberapa universitas menyediakan karya ilmiah dan artikel yang dapat diakses secara terbuka.
  6. Hubungi penulis. Jika artikel tidak tersedia secara terbuka, mahasiswa dapat menghubungi penulis untuk menanyakan apakah mereka dapat membagikan salinan yang diizinkan.

Hindari mengunduh artikel melalui situs yang menyediakan salinan tanpa izin. Gunakan sumber resmi atau repositori yang memang memberikan akses secara legal.

5. Bagaimana Memilih Jurnal yang Baik untuk Referensi Skripsi?

Menemukan jurnal dalam jumlah banyak tidak berarti semuanya dapat digunakan sebagai referensi penelitian. Mahasiswa perlu melakukan seleksi agar sumber yang digunakan benar-benar mendukung penelitian.

Berikut beberapa hal yang perlu diperiksa:

A. Periksa Tahun Publikasi

Jika penelitian membutuhkan referensi terbaru, prioritaskan artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir.

Sebagai contoh, untuk penelitian yang disusun pada tahun 2026, mahasiswa dapat memprioritaskan publikasi tahun 2022–2026.

Namun, tidak semua referensi harus berasal dari lima tahun terakhir. Teori dasar, algoritma klasik, dan penelitian fundamental yang masih relevan dapat menggunakan sumber yang lebih lama.

B. Periksa Relevansi dengan Topik Penelitian

Pastikan isi artikel benar-benar berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Misalnya, penelitian membahas deteksi penggunaan helm menggunakan Computer Vision. Referensi yang relevan dapat mencakup:

  • Penelitian tentang Helmet Detection.
  • Penelitian tentang Object Detection.
  • Penelitian tentang YOLO atau model deteksi lainnya.
  • Penelitian tentang klasifikasi objek menggunakan Deep Learning.

Jangan memilih jurnal hanya karena judulnya memiliki kata kunci yang sama.

C. Periksa Metode dan Hasil Penelitian

Baca bagian abstrak, metodologi, hasil, dan kesimpulan. Pastikan artikel menjelaskan metode yang digunakan, data penelitian, proses pengujian, serta hasil yang diperoleh.

Informasi tersebut akan membantu mahasiswa memahami bagaimana penelitian sebelumnya dilakukan.

D. Periksa Identitas Jurnal dan Penerbit

Periksa nama jurnal, penerbit, editor, informasi publikasi, serta status pengindeksannya jika relevan.

Untuk jurnal nasional, mahasiswa dapat memeriksa informasi akreditasi melalui SINTA dan sumber resmi terkait.

Untuk jurnal internasional, periksa direktori atau basis data yang relevan dengan persyaratan kampus.

E. Waspadai Jurnal Predator

Jurnal predator merupakan publikasi yang menggunakan praktik penerbitan yang tidak memenuhi standar akademik yang semestinya.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai:

  • Menjanjikan penerbitan sangat cepat tanpa proses review yang jelas.
  • Mengirim undangan publikasi secara berlebihan.
  • Menampilkan klaim indeksasi yang tidak dapat diverifikasi.
  • Tidak memberikan informasi editor dan proses penilaian yang transparan.
  • Memiliki biaya publikasi yang tidak dijelaskan dengan baik.

Mahasiswa dapat menggunakan panduan Think. Check. Submit. untuk membantu memeriksa kredibilitas penerbit dan jurnal sebelum menggunakannya.

6. Memanfaatkan AI untuk Membantu Mencari Jurnal Ilmiah

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga dapat membantu mahasiswa dalam proses pencarian literatur ilmiah. AI dapat digunakan untuk menemukan kata kunci alternatif, memahami abstrak, mengelompokkan referensi, dan merangkum isi artikel.

Beberapa tools yang dapat dipertimbangkan antara lain:

A. Semantic Scholar

Semantic Scholar merupakan mesin pencari literatur ilmiah yang menggunakan teknologi AI untuk membantu menemukan publikasi berdasarkan topik dan hubungan antarpenelitian.

Website: https://www.semanticscholar.org/

Mahasiswa dapat menggunakannya untuk menemukan artikel terkait, melihat informasi sitasi, dan mengeksplorasi penelitian lain yang memiliki hubungan dengan topik tertentu.

B. Elicit

Elicit merupakan tools penelitian berbasis AI yang membantu proses pencarian dan analisis literatur ilmiah.

Website: https://elicit.com/

Tools ini dapat membantu mahasiswa menemukan artikel berdasarkan pertanyaan penelitian, mengekstrak informasi tertentu, dan membandingkan temuan dari beberapa publikasi.

C. ResearchRabbit

ResearchRabbit membantu peneliti mengeksplorasi hubungan antarartikel dan menemukan publikasi lain yang berkaitan dengan referensi tertentu.

Website: https://www.researchrabbit.ai/

Tools ini dapat digunakan ketika mahasiswa sudah memiliki beberapa artikel utama dan ingin menemukan penelitian lain yang masih berhubungan.

D. Consensus

Consensus merupakan mesin pencari penelitian yang membantu menemukan jawaban berdasarkan publikasi ilmiah.

Website: https://consensus.app/

Mahasiswa dapat menggunakannya untuk mengeksplorasi bukti penelitian dan menemukan artikel yang relevan dengan pertanyaan akademik.

Catatan penting: AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses verifikasi. Selalu periksa judul, penulis, DOI, tahun terbit, dan isi artikel melalui sumber aslinya. Jangan memasukkan referensi yang hanya dihasilkan AI tanpa memastikan bahwa publikasinya benar-benar ada.

7. Cara Mengelola Jurnal yang Sudah Ditemukan

Setelah mengumpulkan sejumlah artikel, mahasiswa sebaiknya menyimpan dan mengelola referensi dengan baik. Hal ini penting agar proses penyusunan daftar pustaka dan penelitian terdahulu menjadi lebih mudah.

Beberapa tools yang dapat digunakan antara lain:

1. Mendeley

Mendeley dapat membantu mengelola file PDF, menyimpan metadata referensi, dan membuat sitasi serta daftar pustaka.

Website: https://www.mendeley.com/

2. Zotero

Zotero merupakan aplikasi pengelola referensi yang dapat digunakan untuk menyimpan sumber penelitian, mengorganisasi dokumen, dan membuat sitasi otomatis.

Website: https://www.zotero.org/

3. Google Scholar My Library

Google Scholar juga menyediakan fitur Library untuk menyimpan artikel yang ditemukan dan mengelompokkannya menggunakan label.

Website: https://scholar.google.com/

Dengan menggunakan reference manager, mahasiswa tidak perlu memasukkan seluruh informasi referensi secara manual setiap kali menyusun kutipan.

8. Contoh Praktik Mencari Jurnal untuk Penelitian Teknik Informatika

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penerapan pencarian jurnal untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan penelitian:

Contoh topik penelitian:

Implementasi YOLO untuk Deteksi Penggunaan Helm pada Pengendara Sepeda Motor.

Langkah pencarian referensinya dapat dilakukan sebagai berikut:

Langkah 1: Tentukan kata kunci utama

  • Helmet Detection.
  • YOLO Object Detection.
  • Motorcycle Helmet Detection.
  • Deep Learning for Object Detection.

Langkah 2: Cari jurnal melalui beberapa platform

Gunakan Google Scholar untuk pencarian luas, GARUDA untuk publikasi nasional, dan Semantic Scholar untuk mengeksplorasi penelitian terkait.

Langkah 3: Kelompokkan hasil pencarian

Pisahkan artikel berdasarkan topik:

  • Penelitian tentang deteksi helm.
  • Penelitian tentang YOLO.
  • Penelitian tentang Computer Vision.
  • Penelitian tentang pengolahan video.

Langkah 4: Seleksi artikel

Periksa tahun publikasi, metode, dataset, objek penelitian, dan hasil pengujian.

Langkah 5: Buat tabel penelitian terdahulu

Informasi dari artikel yang telah dibaca dapat disusun dalam tabel seperti berikut:

Geser tabel
Penulis dan tahun Metode Objek penelitian Fokus penelitian
Peneliti A (2024) YOLO Deteksi helm Deteksi penggunaan helm
Peneliti B (2025) CNN Citra pengendara Klasifikasi objek
Peneliti C (2025) YOLO Video lalu lintas Deteksi objek pada video

Tabel tersebut merupakan ilustrasi format pencatatan, bukan daftar publikasi nyata.

Dengan cara ini, mahasiswa dapat lebih mudah membandingkan penelitian sebelumnya dan menemukan aspek yang masih dapat dikembangkan.

9. Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mencari Jurnal

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika mencari referensi untuk skripsi dan Tugas Akhir.

  1. Hanya menggunakan satu website. Padahal, setiap platform memiliki cakupan dan karakteristik pencarian yang berbeda.
  2. Menggunakan kata kunci terlalu umum. Hal ini membuat hasil pencarian terlalu luas dan kurang relevan.
  3. Menggunakan jurnal hanya berdasarkan judul. Isi dan metodologi penelitian tetap harus diperiksa.
  4. Tidak memperhatikan tahun publikasi. Referensi yang terlalu lama belum tentu sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
  5. Tidak memeriksa sumber publikasi. Pastikan jurnal dan penerbit memiliki informasi yang dapat diverifikasi.
  6. Menggunakan referensi dari AI tanpa verifikasi. Pastikan setiap artikel benar-benar tersedia dan informasi bibliografinya sesuai.
  7. Tidak menyimpan referensi dengan baik. Kebiasaan ini dapat menyulitkan proses penyusunan sitasi dan daftar pustaka.

Kesimpulan

Mencari jurnal ilmiah merupakan proses penting dalam penyusunan skripsi, tesis, dan Tugas Akhir. Dengan menggunakan platform seperti Google Scholar, GARUDA, SINTA, DOAJ, dan PubMed, mahasiswa dapat menemukan berbagai referensi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Selain itu, tools berbasis AI seperti Semantic Scholar, Elicit, ResearchRabbit, dan Consensus dapat membantu mempercepat proses eksplorasi literatur.

Namun, banyaknya referensi yang ditemukan bukanlah ukuran utama kualitas penelitian. Mahasiswa tetap perlu memastikan bahwa setiap artikel relevan, memiliki sumber yang jelas, dan dapat mendukung permasalahan yang sedang diteliti.

Dengan strategi pencarian yang tepat, proses menemukan referensi, memahami penelitian terdahulu, dan menyusun landasan teori dapat dilakukan secara lebih terarah dan efisien.

Butuh Bantuan Skripsi atau Pembuatan Software?

Tim Anindyadev siap membantu bimbingan skripsi IT, pembuatan aplikasi kustom, dan implementasi metode algoritma.

Konsultasi Sekarang
Butuh Bantuan? Chat Kami