Skripsi dan Penelitian

Cara Membuat Proposal Skripsi dari Awal hingga Siap Diajukan

30 October 2026 Ditulis oleh Admin Artikel & Tutorial

Membuat proposal skripsi sering menjadi tantangan bagi mahasiswa. Sudah memiliki judul penelitian, tetapi masih bingung harus mulai menulis dari mana, apa saja yang perlu dimasukkan, dan bagaimana menyusun setiap bab.

Padahal, proposal skripsi memiliki fungsi penting. Dokumen ini menjelaskan rencana penelitian yang akan dilakukan, mulai dari masalah yang ingin diteliti, teori yang digunakan, hingga metode untuk memperoleh dan menganalisis data.

Jika disusun dengan baik, proposal akan membantu mahasiswa memahami arah penelitiannya sebelum masuk ke tahap pelaksanaan.

Lalu, bagaimana cara membuat proposal skripsi dari awal hingga siap diajukan kepada dosen pembimbing?

Mari kita bahas langkah demi langkah.

Apa Itu Proposal Skripsi?

Proposal skripsi adalah dokumen yang berisi rencana penelitian yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akademik.

Proposal menjelaskan alasan penelitian dilakukan, masalah yang ingin dijawab, tujuan penelitian, landasan teori, serta metode yang akan digunakan.

Proposal bukan sekadar kumpulan tulisan untuk memenuhi persyaratan kampus. Dokumen ini menjadi panduan agar penelitian memiliki arah, ruang lingkup, dan tahapan kerja yang jelas.

Format proposal dapat berbeda-beda di setiap perguruan tinggi. Ada kampus yang menggunakan tiga bab utama, yaitu Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, dan Metodologi Penelitian. Ada pula yang memiliki ketentuan tambahan.

Karena itu, sebelum mulai menulis, pastikan kamu sudah membaca pedoman skripsi yang berlaku di kampusmu.

1. Tentukan Judul dan Fokus Penelitian

Langkah pertama adalah menentukan judul dan fokus penelitian. Judul yang baik sebaiknya menggambarkan topik utama penelitian secara jelas. Hindari judul yang terlalu luas karena dapat membuat ruang lingkup penelitian sulit dikendalikan.

Misalnya, mahasiswa Sistem Informasi ingin meneliti pengelolaan inventaris barang di sekolah.

Contoh judul yang dapat dipertimbangkan:

“Pengembangan Sistem Informasi Inventaris Barang Berbasis Web pada Sekolah X.”

Dari judul tersebut, fokus penelitian sudah terlihat, yaitu pengembangan sistem untuk mengelola data inventaris barang.

Sebelum menetapkan judul, periksa beberapa hal berikut:

  • Apakah masalah yang ingin diteliti benar-benar ada?
  • Apakah data dan informasi yang dibutuhkan bisa diperoleh?
  • Apakah penelitian sesuai dengan bidang studi?
  • Apakah ruang lingkupnya realistis untuk diselesaikan?
  • Apakah tersedia referensi ilmiah yang relevan?

Jika masih bingung menentukan judul, kamu bisa membaca artikel tentang cara menentukan judul skripsi yang bagus dan tidak terlalu sulit.

2. Susun BAB I: Pendahuluan

BAB I menjelaskan alasan penelitian dilakukan dan apa yang ingin dicapai. Pada banyak program studi, bagian ini terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. Namun, susunannya tetap perlu disesuaikan dengan pedoman kampus.

A. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan kondisi yang menjadi dasar penelitian. Mulailah dengan memperkenalkan topik, kemudian arahkan pembahasan pada masalah yang ditemukan. Jelaskan dampak masalah tersebut dan alasan mengapa penelitian perlu dilakukan.

Contohnya, pada penelitian sistem inventaris sekolah, kamu dapat membahas pentingnya pengelolaan barang, kendala pencatatan manual yang benar-benar ditemukan, serta kebutuhan terhadap sistem yang lebih terstruktur.

Dukung penjelasan dengan data observasi, hasil wawancara, dokumen, atau referensi ilmiah yang relevan. Jangan hanya menuliskan definisi panjang dari berbagai sumber tanpa menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah berisi pertanyaan utama yang akan dijawab melalui penelitian. Contoh:

  1. Bagaimana mengembangkan sistem informasi inventaris barang berbasis web pada Sekolah X?
  2. Bagaimana menguji fungsi sistem informasi inventaris yang dikembangkan?

Rumusan masalah harus sesuai dengan fokus penelitian. Jika penelitian hanya mengembangkan dan menguji fungsi sistem, jangan memasukkan pertanyaan yang menuntut analisis di luar ruang lingkup tersebut.

C. Batasan Masalah

Batasan masalah memperjelas hal-hal yang termasuk dan tidak termasuk dalam penelitian. Contohnya, sistem hanya mencakup pencatatan barang, pengelompokan kategori, pembaruan data, pencarian, dan pembuatan laporan inventaris. Batasan ini membantu menjaga penelitian tetap terarah dan mencegah penambahan fitur yang tidak diperlukan.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menjelaskan hasil yang ingin dicapai. Contohnya:

  1. Mengembangkan sistem informasi inventaris barang berbasis web pada Sekolah X.
  2. Menguji fungsi sistem berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan.

Pastikan tujuan penelitian menjawab rumusan masalah yang telah dibuat.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian menjelaskan kontribusi yang diharapkan dari penelitian. Manfaat dapat ditujukan kepada objek penelitian, pengguna sistem, peneliti, maupun pihak akademik.

Sebagai contoh, sistem inventaris diharapkan membantu petugas dalam pencatatan dan pencarian data barang. Sementara itu, bagi peneliti, penelitian dapat menjadi sarana menerapkan pengetahuan tentang pengembangan sistem informasi.

Gunakan kata diharapkan untuk manfaat yang belum dibuktikan melalui implementasi dan pengujian.

3. Susun BAB II: Tinjauan Pustaka

BAB II berisi landasan teori dan penelitian terdahulu yang mendukung penelitian. Bagian ini bukan sekadar kumpulan definisi. Kamu perlu menjelaskan konsep yang memang digunakan dalam penelitian serta menunjukkan hubungan teori tersebut dengan masalah yang diteliti.

A. Landasan Teori

Landasan teori memuat konsep atau teori yang relevan dengan topik penelitian. Untuk penelitian sistem informasi inventaris berbasis web, misalnya, kamu dapat membahas:

  • Sistem informasi.
  • Inventaris barang.
  • Aplikasi berbasis web.
  • Basis data.
  • Teknologi yang digunakan dalam pengembangan.
  • Metode pengembangan sistem.
  • Metode pengujian aplikasi.

Tidak semua teori harus dimasukkan. Pilih yang benar-benar membantu menjelaskan perancangan, implementasi, atau evaluasi penelitian.

B. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu digunakan untuk memahami pendekatan yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain. Cari artikel ilmiah yang relevan, kemudian bandingkan tujuan, metode, objek penelitian, dan hasilnya.

Kamu dapat merangkumnya dalam tabel dengan kolom seperti berikut:

Geser tabel
Peneliti Fokus Penelitian Metode Hasil atau Temuan
Peneliti A Sistem inventaris sekolah Pengembangan sistem Ringkasan temuan
Peneliti B Pengelolaan aset Pengembangan sistem Ringkasan temuan
Peneliti C Pencatatan barang berbasis web Pengembangan sistem Ringkasan temuan

Tabel tersebut hanya ilustrasi format. Dalam proposal sebenarnya, isi tabel harus berasal dari penelitian yang benar-benar kamu baca dan cantumkan sumbernya.

Setelah tabel, tuliskan sintesis yang menjelaskan persamaan, perbedaan, dan hal yang masih perlu diteliti. Jangan berhenti pada daftar ringkasan setiap artikel.

Jika ingin mempelajari penyusunannya lebih lanjut, baca juga artikel tentang cara membuat tabel penelitian terdahulu untuk skripsi dan tesis.

C. Kerangka Berpikir atau Kerangka Konseptual

Kerangka berpikir menjelaskan hubungan antara masalah, teori, dan langkah penelitian untuk mencapai tujuan. Bentuknya dapat berupa uraian, diagram alur, atau model konseptual, tergantung jenis penelitian dan ketentuan kampus.

Untuk penelitian pengembangan sistem, kerangka berpikir dapat menggambarkan masalah pengelolaan inventaris, kebutuhan sistem, proses pengembangan, hingga hasil yang diharapkan.

Tidak semua penelitian memerlukan bentuk kerangka yang sama. Ikuti pedoman program studi dan arahan dosen pembimbing.

4. Susun BAB III: Metodologi Penelitian

BAB III menjelaskan bagaimana penelitian akan dilaksanakan. Metodologi harus cukup jelas agar pembaca memahami langkah yang akan dilakukan untuk menjawab rumusan masalah.

Isi BAB III bergantung pada jenis penelitian. Untuk penelitian pengembangan sistem, beberapa bagian yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

A. Jenis atau Pendekatan Penelitian

Jelaskan jenis penelitian yang digunakan dan alasan pemilihannya. Misalnya, penelitian berfokus pada pengembangan sistem informasi inventaris berdasarkan kebutuhan sekolah.

Jenis dan pendekatan penelitian harus mengikuti karakter penelitian yang sebenarnya, bukan dipilih hanya karena sering digunakan dalam skripsi lain.

B. Objek dan Lokasi Penelitian

Jelaskan objek yang diteliti serta lokasi penelitian jika relevan. Contohnya, pengelolaan inventaris barang pada Sekolah X. Jelaskan pula alasan pemilihan objek dan batasan data yang akan dikaji. Pastikan kamu memiliki izin untuk mengakses informasi yang diperlukan.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dapat mencakup:

  • Observasi: mengamati proses pengelolaan inventaris yang sedang berjalan.
  • Wawancara: memperoleh informasi dari petugas atau pihak yang terkait.
  • Dokumentasi: mempelajari dokumen atau catatan inventaris yang diizinkan untuk digunakan.
  • Studi pustaka: mengumpulkan teori dan referensi ilmiah yang relevan.

Pilih teknik berdasarkan kebutuhan penelitian. Jangan mencantumkan wawancara atau observasi jika memang tidak akan dilakukan.

D. Metode Pengembangan atau Analisis

Jika penelitian berfokus pada pembangunan aplikasi, jelaskan metode pengembangan yang digunakan. Sebagai contoh, metode Waterfall dapat digunakan ketika tahapan kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan dapat direncanakan secara terstruktur.

Namun, pemilihan metode perlu disesuaikan dengan karakter proyek dan ketentuan akademik. Jelaskan tahapan yang benar-benar akan dilaksanakan.

Untuk penelitian kuantitatif atau kualitatif, bagian ini perlu menjelaskan metode analisis data yang sesuai, bukan hanya metode pengembangan aplikasi.

E. Rancangan Sistem dan Pengujian

Untuk penelitian pengembangan aplikasi, proposal dapat memuat rancangan sistem seperti diagram alur, use case diagram, rancangan basis data, atau rancangan antarmuka sesuai kebutuhan.

Jelaskan juga rencana pengujian yang akan dilakukan. Contohnya, pengujian black-box dapat digunakan untuk memeriksa apakah fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan.

Jika penelitian memiliki tujuan evaluasi lain, seperti mengukur usability atau membandingkan performa model Machine Learning, tentukan metode evaluasi dan metrik yang sesuai dengan tujuan tersebut.

5. Cari Referensi Ilmiah yang Relevan

Proposal yang baik membutuhkan referensi yang mendukung teori, metode, dan alasan penelitian. Kamu dapat mencari jurnal melalui Google Scholar, GARUDA, repositori perguruan tinggi, atau portal jurnal resmi.

Saat mencari referensi, gunakan kata kunci yang spesifik. Misalnya:

  • sistem informasi inventaris berbasis web;
  • pengembangan aplikasi pengelolaan aset;
  • pengujian sistem informasi inventaris;
  • metode pengembangan sistem informasi.

Perhatikan relevansi isi, kredibilitas penerbit, tahun publikasi, dan kesesuaian referensi dengan pedoman kampus.

Jangan hanya mengandalkan abstrak jika kamu perlu memahami metode dan hasil penelitian secara mendalam.

Pastikan juga semua kutipan dapat dilacak ke sumber aslinya. Hindari menggunakan referensi yang tidak benar-benar kamu temukan atau baca.

6. Tentukan Jadwal Penelitian

Proposal biasanya memuat rencana waktu pelaksanaan penelitian, jika diwajibkan oleh kampus.

Jadwal dapat disusun berdasarkan tahapan seperti persiapan, pengumpulan data, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan penyusunan laporan.

Contoh sederhana:

Geser tabel
Kegiatan Perkiraan Waktu
Studi pustaka dan persiapan Minggu 1–2
Pengumpulan data Minggu 3–4
Analisis dan perancangan Minggu 5–6
Implementasi atau proses penelitian Minggu 7–10
Pengujian dan evaluasi Minggu 11–12
Penyusunan laporan Minggu 13–14

Jadwal tersebut hanya contoh ilustratif, bukan standar durasi skripsi. Sesuaikan dengan kompleksitas penelitian, kalender akademik, ketersediaan data, dan arahan dosen.

7. Periksa Kembali Proposal Sebelum Diajukan

Setelah seluruh bagian selesai, jangan langsung mengirim proposal tanpa pemeriksaan.

Lakukan pengecekan untuk memastikan setiap bagian sudah konsisten dan memenuhi ketentuan kampus.

Berikut daftar periksa yang dapat kamu gunakan:

  • Judul sudah jelas dan sesuai dengan fokus penelitian.
  • Latar belakang menjelaskan masalah yang didukung bukti atau referensi.
  • Rumusan masalah sesuai dengan tujuan penelitian.
  • Batasan masalah menjelaskan ruang lingkup penelitian.
  • Landasan teori relevan dengan topik.
  • Penelitian terdahulu disertai sumber yang dapat diverifikasi.
  • Metodologi sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian.
  • Teknik pengumpulan serta analisis data sudah dijelaskan.
  • Jadwal penelitian realistis jika diwajibkan.
  • Format, sitasi, dan daftar pustaka mengikuti pedoman kampus.
  • Tidak ada kutipan, data, atau hasil penelitian yang dibuat-buat.

Jika tersedia, mintalah orang lain membaca proposal untuk menemukan bagian yang kurang jelas. Setelah itu, lakukan konsultasi dengan dosen pembimbing sebelum mengajukannya secara resmi.

Perlu diingat, proposal yang sudah lengkap belum tentu langsung disetujui. Dosen dapat memberikan masukan atau meminta revisi terhadap judul, ruang lingkup, teori, maupun metode penelitian.

Bolehkah Menggunakan AI untuk Membantu Membuat Proposal Skripsi?

AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu selama penggunaannya sesuai dengan aturan kampus.

Misalnya, kamu bisa menggunakannya untuk mencari alternatif kata kunci, memahami konsep yang sulit, menyusun kerangka awal, atau memeriksa kejelasan tulisan.

Namun, hasil AI tidak boleh langsung dianggap benar. Periksa kembali fakta, referensi, metode, dan setiap klaim yang dihasilkan.

Jangan meminta AI membuat referensi fiktif atau menuliskan hasil wawancara dan observasi yang tidak pernah dilakukan. Kamu juga perlu mengikuti kebijakan kampus mengenai penggunaan AI dan menjaga kerahasiaan data penelitian.

Gunakan AI untuk membantu proses berpikir, bukan menggantikan pemahaman dan tanggung jawab akademikmu.

Kesimpulan

Cara membuat proposal skripsi dari awal hingga siap diajukan dimulai dengan menentukan fokus penelitian, menyusun pendahuluan, membangun landasan teori, dan merancang metodologi yang sesuai.

Selanjutnya, lengkapi referensi, jadwal penelitian jika diperlukan, serta lakukan pemeriksaan sebelum proposal dikonsultasikan atau diajukan.

Hal terpenting bukan seberapa tebal proposal yang kamu buat, melainkan seberapa jelas masalah penelitian, tujuan, dan rencana penyelesaiannya.

Dengan persiapan yang matang, proses konsultasi akan lebih terarah dan kamu memiliki dasar yang lebih kuat untuk melanjutkan penelitian.

Butuh Bantuan Skripsi atau Pembuatan Software?

Tim Anindyadev siap membantu bimbingan skripsi IT, pembuatan aplikasi kustom, dan implementasi metode algoritma.

Konsultasi Sekarang
Butuh Bantuan? Chat Kami